Konflik Rusia Vs Ukraina
Jerman Luncurkan Strategi Militer Memimpin Eropa: Rusia Ancaman Utama, Geser Peran AS di NATO
Strategi ini bertujuan menempatkan Jerman pada posisi yang lebih maju di dalam aliansi NATO
Jerman Luncurkan Strategi Militer Memimpin Eropa: Rusia Ancaman Utama, Geser Peran AS di NATO
TRIBUNNEWS.COM - Jerman meluncurkan strategi militer komprehensif pertamanya dalam sejarah modern negara tersebut.
Strategi militer Jerman ini menggambarkan terjadinya pergeseran secara radikal soal pendekatan pertahanan negara tersebut.
Strategi ini bertujuan menempatkan Jerman pada posisi yang lebih maju di dalam aliansi NATO serta menetapkan peran kepemimpinan yang lebih luas dalam keamanan benua Eropa.
Baca juga: Amerika Serikat Keluar dari NATO: Apa Saja Prosedur dan Dampaknya?
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, dalam presentasi dokumen strategi militer baru Jerman berjudul "Tanggung Jawab terhadap Eropa," menegaskan kalau Berlin sekarang "memikul tanggung jawab yang lebih besar" dalam aliansi NATO.
Dokumen itu juga mengungkap rencana ambisius Jerman untuk meningkatkan kesiapan militer dan memperbesar ukuran angkatan bersenjata agar menjadi yang terbesar di antara angkatan bersenjata reguler di Eropa, menurut Financial Times.
Rusia Ancaman Langsung Terbesar
Strategi ini muncul dalam konteks dampak operasi militer Rusia di Ukraina pada tahun 2022, yang merupakan titik balik dalam pemikiran keamanan Jerman.
Invasi Moskow ini mendorong Berlin untuk meningkatkan pengeluaran militernya hingga tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta memperkuat dukungan militernya untuk Kyiv mengingat penurunan relatif dukungan Amerika selama pemerintahan Donald Trump.
Dokumen tersebut menggambarkan Rusia sebagai "ancaman langsung terbesar" bagi keamanan Euro-Atlantik.
Strategi militer baru Jerman ini juga memperingatkan kemungkinan persiapan konfrontasi aliansi tersebut dengan Rusia, yang menempatkan tanggung jawab khusus pada Jerman – sebagai ekonomi terbesar di Uni Eropa – untuk meyakinkan sekutu dan memperkuat kemampuan pencegahan kolektif, terutama di front timur.
Geser Peran AS
Meskipun strategi tersebut mengakui pentingnya Amerika Serikat sebagai mitra yang "sangat diperlukan", strategi ini juga menunjukkan pergeseran fokus strategis Washington ke arah kawasan lain, yang menuntut kontribusi yang lebih besar dari negara Eropa.
Dalam konteks ini, Pistorius menegaskan, Berlin sedang mempelajari skenario penurunan komitmen Amerika, tetapi menekankan kalau membahas kemungkinan-kemungkinan ini secara terbuka dapat merusak efektivitas strategi tersebut.
Strategi baru ini berfokus pada percepatan kesiapan operasional Angkatan Bersenjata Jerman, Bundeswehr, dengan meningkatkan jumlah pasukan dari sekitar 185.000 menjadi 260.000.
Peningkatan pasukan ini bersamaan dengan peningkatan lebih dari dua kali lipat pasukan cadangan aktif menjadi lebih dari 200.000 personel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-tentara-Jerman-wajib-militer-OK.jpg)