Konflik Rusia Vs Ukraina
Trump: Banyak Elemen Kesepakatan Ukraina Sudah Disepakati, tapi Masih Perlu Pembahasan
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya dan presiden Rusia, Vladimir Putin telah menyepakati beberapa elemen perjanjian damai Ukraina.
Rencana pembicaraan ini juga dikonfirmasi oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Senin (17/3/2025).
"Ya, memang begitu. Pembicaraan seperti itu sedang dipersiapkan untuk hari Selasa," kata Peskov.
Namun ia menolak untuk menjawab tentang apa yang akan dibahas dalam pembicaraan tersebut.
"Kami tidak pernah melakukan itu," tegasnya.
Walaupun Putin sebelumnya mengatakan ia mendukung gencatan senjata, ia juga menetapkan daftar syarat untuk mencapai perdamaian.
Salah satu area pertikaian adalah wilayah Kursk Barat Rusia, tempat Ukraina melancarkan serangan militer Agustus lalu dan merebut beberapa wilayah.
Rusia telah berupaya merebutnya kembali dalam beberapa minggu terakhir, dan Putin sekarang mengklaim Rusia telah kembali sepenuhnya menguasai Kursk.
Putin kemudian mempertanyakan apa yang terjadi jika gencatan senjata diberlakukan di Ukraina.
"Akankah semua yang ada di sana keluar tanpa perlawanan? Atau akankah pimpinan Ukraina memerintahkan mereka untuk meletakkan senjata dan menyerah?," tanyanya.
Pembicaraan ini menyusul kesepakatan antara AS-Ukraina untuk gencatan senjata di Ukraina selama 30 hari.
Keduanya menyepakati hal tersebut saat dalam pembicaraan di Jeddah pada 11 Maret 2025.
Dari pembicaraan tersebut, Ukraina menyetujui usulan gencatan senjata sementara selama 30 hari.
Hal tersebut diungkapkan oleh kedua pihak melalui pernyataan bersama.
Trump juga berharap Rusia menyetujui kesepakatan ini.
(Tribunnews.com/Farrah)
Artikel Lain Terkait Donald Trump, Vladimir Putin dan Konflik Rusia vs Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-Presiden-AS-Donald-Trump-56346436.jpg)