Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Al-Qassam Siarkan Rekaman Tel Aviv yang Dibom Rudal M90, Pancingan Agar Tentara IDF Masuk Jebakan?

Serangan rentetan rudal M90 AL Qassam itu secara strategis dinilai pancingan agar pasukan darat IDF masuk ke jebakan di Gaza yang sudah disiapkan

khaberni/tangkap layar
ROKET M90 - Tangkap layar Khaberni, Jumat (21/3/2025) yang menunjukkan lintasan roket M90 yang ditembakkan Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas ke Tel Aviv, Israel. Serangan ini terjadi 3 hari setelah Israel kembali melancarkan agresi militer ke Jalur Gaza pada 18 Maret 2025. 

Menurut tentara Israel, kemampuan IDF untuk mencegah kedatangan Hamas kini tergerus. Tentara Israel juga mengklaim kebijakan untuk menahan penembakan itu membahayakan pasukan.

Hamas tidak tertekan

Hamas kini disebut sedang tidak dalam kondisi tertekan setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.

Zvi Yehezkeli, seorang pengamat dan jurnalis Israel, mengaku tidak melihat tanda-tanda bahwa Hamas sedang didera kesulitan.

Yehezkeli mengatakan Hamas menginginkan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel dilanjutkan.

“Hamas ingin mengulur waktu. Hamas ingin gencatan senjata diteruskan,” katanya, Minggu malam, (23/2/2025), dikutip dari Maariv.

Dia lalu menyinggung rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza dan memindahkan paksa warga Palestina ke luar negeri.

“Hamas memandang ke depan. Hamas ingin menghancurkan rencana Trump, jadi Hamas menginginkan [gencatan senjata] tahap kedua atau tahap pertama yang diperpanjang.”

“Hamas tidak dalam tekanan karena ingin mengulur waktu. Dari sudut pandangnya, waktu yang berjalan saat ini bukanlah waktu yang berdampak terhadap Hamas, melainkan Israel.”

Baca juga: Pertama Kali sejak 2002, Israel Kirim Tank ke Tepi Barat, 40.000 Warga Palestina Dilarang Pulang

Dia mengklaim AS, Qatar, dan Mesir yang menjadi juru penengah perundingan Israel-Hamas bakal mendapatkan cara untuk melanjutkan tahap pertama atau ketiga negara itu akan membahas tahap kedua.

Yehezkeli memperkirakan tahap pertama akan berlanjut dengan sejumlah mekanisme.

(oln/khbrn/*)

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan