Konflik Palestina Vs Israel
Frustrasi Dicuekin Hamas, Israel Ancam Bakal Caplok Lebih Banyak Wilayah Gaza
Israel mengancam akan melanjutkan agresi, menerjunkan pasukan IDF untuk merebut lebih banyak wilayah di Gaza jika Hamas menolak membebaskan sandera
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengancam akan melanjutkan agresi, menerjunkan pasukan pertahanan (IDF) untuk merebut lebih banyak wilayah di Gaza.
"Jika Hamas terus menolak membebaskan para sandera, saya telah menginstruksikan IDF untuk merebut wilayah tambahan dan menduduki sebagian wilayah tersebut secara permanen,” kata Katz dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir BBC International.
“Operasi ini dilakukan sambil mengevakuasi penduduk, dan memperluas zona keamanan di sekitar Gaza untuk kepentingan melindungi masyarakat Israel dan tentara IDF, melalui kendali permanen Israel atas wilayah tersebut," imbuh Katz.
Ancaman ini diungkap Katz sebagai gertakan atas sikap Hamas yang terus menolak membebaskan 24 dari 59 sandera yang masih hidup.
Israel dan AS menuduh Hamas menolak usulan untuk memperpanjang gencatan senjata.
"Ini menyusul penolakan berulang kali Hamas untuk membebaskan sandera kami, serta penolakannya terhadap semua proposal yang telah diterimanya dari Utusan Presiden AS Steve Witkoff," kata PM Israel, Benjamin Netanyahu.
"Israel akan, mulai sekarang, bertindak melawan Hamas dengan kekuatan militer yang meningkat." imbuhnya.
Namun Hamas berdalih keputusannya untuk menunda pembebasan sandera Israel karena Netanyahu telah gagal mematuhi perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.
Perseteruan ini yang membuat Israel murka hingga kembali memerintahkan pasukannya untuk melanjutkan gempuran dan merebut lebih banyak wilayah Gaza.
Israel Paksa Warga Gaza Mengungsi
Untuk mempercepat pencaplokan, pekan lalu militer Israel menyebarkan selebaran berisi perintah agar warga sipil Gaza segera mengungsi dan meninggalkan area pertempuran di utara dan selatan wilayah Palestina.
Baca juga: Yaman Peringatkan Bandara Ben Gurion Israel Tidak Aman Sampai Agresi Gaza Berakhir
Perintah tersebut disampaikan Juru bicara militer Avichay Adraee saat kampanye pengeboman udara meningkat di daerah kantong Palestina.
Dalam keterangan resminya ia memerintahkan warga di sejumlah daerah di Beit Hanoun dan Khan Younis untuk mengungsi.
Tak hanya itu, warga Palestina juga didesak untuk segera meninggalkan kota Beit Hanoun di Gaza utara dan Khuza'a serta Abasan di Selatan, karena wilayah-wilayah ini merupakan zona pertempuran berbahaya.
“Demi keselamatan Anda sendiri, Anda harus segera mengungsi ke tempat perlindungan yang diketahui di bagian barat Kota Gaza dan di Khan Younis,” katanya di akun X miliknya seperti dilansir Anadolu.
Pasca perintah evakuasi dikeluarkan, sejumlah warga Palestina mulai berbondong-bondong meninggalkan rumahnya dan mencari tempat lain yang lebih aman, menyusul rencana serangan besar-besaran Israel, di Jalur Gaza, Palestina.
Seminggu Digempur, Korban Tewas Gaza Capai 600 Jiwa
Meski tindakan Israel mendapat kecaman dari sejumlah pihak dan pemimpin dunia, namun hal tersebut tak membuat Netanyahu mundur.
Netanyahu justru makin beringas, melanjutkan serangan mematikan hingga Jumlah korban tewas menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza mencapai 590 orang.
Di antara korban adalah anak-anak, perempuan dan orang tua.
Akibat serangan tersebut, petugas kesehatan kewalahan dan rumah sakit di seluruh Jalur Gaza hampir lumpuh karena membanjirnya pasien.
Kondisi semakin diperburuk lantaran selama 18 hari terakhir, tak ada truk bantuan yang bisa memasuki Gaza termasuk truk berisi perlengkapan medis.
Lebih lanjut, selain persediaan medis yang memperburuk situasi, terjadi pula kelangkaan bahan bakar.
Sebagian besar rumah sakit di Gaza berisiko kolaps dan ditutup jika tidak menerima bahan bakar dalam beberapa hari mendatang.
(Tribunnews.com / Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PASUKAN-PERTAHANAN-ISRAEL-IDF-di-Gaza.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.