Jerman: Friedrich Merz Siap Hadapi Tantangan Kebijakan Luar Negeri
Pemerintah baru Jerman yang segera terbentuk punya ruang gerak finansial berkat dana pinjaman, namun bakal menghadapi tantangan besar…
Ancaman tarif impor dari Trump terhadap barang-barang Eropa semakin nyata. Eropa tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi, tetapi yang pasti perdagangan transatlantik semakin sulit.
Jerman, sebagai negara yang bergantung pada ekspor, sangat terdampak, terutama karena ekonomi Jerman telah berada dalam resesi selama dua tahun terakhir.
Uni Eropa bertanggung jawab atas perdagangan transatlantik, dan Jerman tidak dapat bertindak sendirian. Namun, Jerman perlu mendesak Uni Eropa untuk memastikan bahwa perselisihan perdagangan ini tidak berkembang menjadi perang dagang—yang hanya akan merugikan semua pihak.
Cina
Sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan dengan AS, beberapa politisi di Berlin dan Brussels mendorong untuk mempererat hubungan bisnis dengan Cina.
Namun, hari-hari ketika eksportir Jerman sukses besar di pasar Cina sepertinya sudah berlalu. Mobil-mobil Jerman yang dulu sangat diminati kini terabaikan begitu saja di sana.
Cina kini memproduksi mobil listrik murah dan berhasil menjualnya dengan sukses di Uni Eropa.
Sebagai respons, Uni Eropa berusaha melindungi pasar mereka dari mobil listrik buatan Cina. Sebagai negara yang sangat bergantung pada ekspor, Jerman ingin memastikan bahwa pembatasan perdagangan dengan Cina tidak berlebihan.
Friedrich Merz sebelumnya sudah menempatkan dirinya sebagai pengkritik Cina, menyalahkan Kanselir Olaf Scholz dan sebelumnya Angela Merkel karena tidak cukup tegas terhadap Beijing.
Konflik Timur Tengah
Mengenai perang di Timur Tengah, pemerintah Jerman menghadapi dilema besar: Keamanan Israel adalah perhatian khusus bagi setiap pemerintah Jerman. Namun, politisi Jerman juga sering mengkritik serangan Israel terhadap Hamas di Gazayang dianggap terlalu keras.
Pemerintah Jerman juga terjebak dalam dilema karena adanya surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang diduga terlibat dalam kejahatan perang di Gaza. Jerman mendukung ICC dan harus menahan Netanyahu jika ia mengunjungi Jerman.
Namun, Friedrich Merz menegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi selama ia menjabat sebagai Kanselir Jerman.
*Diadaptasi dari Artikel DW Bahasa Jerman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle71973179_403.jpg.jpg)