Selasa, 14 April 2026

Gempa di Myanmar

2 Gempa Dahsyat Guncang Myanmar Kekuatan 7,7 M dan 6,4 M, Getaran Terasa hingga Thailand

Gempa bumi berkekuatan 7,7 dan 6,4 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025), menurut laporan USGS. Terasa hingga Thailand.

|
Twitter/X AZ Intel @AZ_Intel_
GEMPA MYANMAR - Gambar merupakan kolase tangkap layar dari Twitter/X AZ Intel @AZ_Intel_ pada Jumat (28/3/2025). Myanmar diguncang gempa besar berkekuatan 7,7 M dan 6,4 M, guncangan terasa hingga Thailand. Gempa bumi dahsyat menyebabkan gedung pencakar langit yang sedang dibangun runtuh di Bangkok, Thailand. 

TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan 7,7 dan 6,4 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025), menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Getaran kuat dilaporkan terasa hingga Thailand dan beberapa wilayah lainnya di kawasan tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, gempa pertama terjadi sekitar pukul 12:50 siang waktu setempat (06:20 GMT).

Pusat gempa berada 16 km barat laut kota Sagaing pada kedalaman 10 kilometer.

Sementara itu, Pusat Jaringan Gempa Bumi Tiongkok (CENC) mencatat gempa tersebut berkekuatan 7,9 skala Richter, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua.

Kerusakan dan Dampak Gempa

Di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, jalan-jalan dilaporkan mengalami kerusakan.

Menurut laporan AFP, bongkahan langit-langit bangunan berjatuhan akibat gempa.

Di Bangkok, ibu kota Thailand, warga berhamburan keluar dari gedung-gedung tinggi karena getaran yang kuat.

Beberapa saksi mata menyebut guncangan cukup dahsyat hingga menyebabkan air meluap dari kolam renang.

Seorang warga Chiang Mai, Thailand, bernama Duangjai, mengungkapkan kepanikannya kepada AFP.

Baca juga: 13 Gempa Bumi Pernah Terjadi saat Hari Raya Menurut Catatan BMKG, Ketahui 9 Mitigasi yang Tepat

"Saya mendengarnya saat sedang tidur. Saya langsung berlari sejauh mungkin keluar dari gedung dengan hanya mengenakan piyama," katanya.

Di kawasan Chatuchak, Bangkok, dilaporkan ada orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang sedang dibangun.

Beberapa layanan metro dan kereta ringan di kota tersebut juga dihentikan sementara akibat gempa.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, segera membatalkan kunjungan resminya ke pulau selatan Phuket.

Ia segera mengadakan "pertemuan mendesak" untuk membahas situasi pascagempa, menurut sebuah posting di media sosial X.

Gempa di Myanmar

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved