Turki Bergejolak
Turki Makin Panas, Krisis Politik Era Erdogan Mencapai Titik Didih?
Penahanan Imamoglu picu protes nasional dan sorotan dunia, jadi ujian besar demokrasi Turki di bawah kekuasaan panjang Presiden Erdogan.
Lebih dari 100 petugas dilaporkan terluka dalam bentrokan.
Sementara itu, Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc menegaskan bahwa peradilan tetap independen dan tidak ada campur tangan presiden dalam kasus Imamoglu.
Persamaan Mengejutkan: Imamoglu dan Erdogan
Ironisnya, kisah Imamoglu memiliki kemiripan dengan perjalanan Erdogan sendiri.
Keduanya berasal dari wilayah Laut Hitam.
Imamoglu dan Erdogan sama-sama pernah menjabat Wali Kota Istanbul dan sama-sama pernah dipenjara karena alasan politik.
Erdogan bahkan pernah mengatakan, “Siapa yang menang di Istanbul akan menang secara nasional.”
Itulah sebabnya kemenangan Imamoglu pada 2019, yang mengakhiri 25 tahun dominasi Partai AK di kota itu, dinilai sebagai ancaman langsung terhadap kekuasaan Erdogan.
Rakyat Terbelah, Jalan Menuju 2028 Makin Berliku
Meski Imamoglu masih mendapat dukungan luas, ia tidak lepas dari kritik.
Ia pernah dianggap kurang sigap saat banjir besar pada 2019, dan keputusannya berlibur setelah kunjungan ke wilayah gempa juga menuai kecaman.
Audit kota juga menemukan pengeluaran yang dinilai berlebihan selama masa kepemimpinannya.
Namun, semua itu belum cukup untuk meruntuhkan citranya sebagai simbol harapan perubahan bagi banyak rakyat Turki.
Kini, dengan jalan politik yang makin buntu, Turki berdiri di persimpangan: antara memperkuat demokrasi atau memperdalam krisis kekuasaan.
Penahanan Imamoglu bukan hanya soal hukum, tapi menjadi pemicu krisis politik paling panas sepanjang pemerintahan Erdogan.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/EKREM-IMAMOGLU-BERPIDATO-wr332343243.jpg)