PBB dan Kelompok HAM Kritik Pemulangan Warga Afghanistan oleh Pakistan
Pakistan memasuki babak baru kampanye pemulangan pencari suaka, dengan mengusir ribuan warga negara Afghanistan dari wilayahnya.
Antara September 2023 dan Februari 2025, otoritas Pakistan dilaporkan telah mendeportasi lebih dari 844.000 warga negara Afghanistan. Diperkirakan 1,3 juta lebih warga Afghanistan masih terdaftar secara resmi dengan status PoR. Sementara itu, Pakistan secara historis telah menampung lebih dari 2,8 juta pengungsi karena konflik selama puluhan tahun di Afghanistan.
Banyak dari mereka yang menghadapi deportasi saat ini lahir dan dibesarkan di Pakistan, dengan hubungan yang terbatas atau tidak ada sama sekali dengan Afghanistan. Pemerintah telah mendirikan 54 fasilitas sementara di seluruh negeri untuk menampung individu yang menunggu deportasi.
Organisasi masyarakat sipil dan pejabat Afghanistan telah menyatakan keprihatinan tentang kondisi di kamp-kamp ini, khususnya bagi perempuan dan anak-anak.
Abdul Motalib Haqqani, juru bicara Kementerian Migrasi dan Repatriasi Afghanistan, menyebut deportasi massal tersebut sebagai "pelanggaran prinsip-prinsip internasional, Islam, dan bertetangga."
Di pemukiman pengungsi seperti Jalala, dekat Islamabad, banyak penduduk telah menghabiskan seluruh hidup mereka di Pakistan.
Kamp-kamp ini berfungsi sebagai desa, lengkap dengan sekolah dan pasar lokal.
Meskipun demikian, penduduk sekarang diminta untuk pergi dengan tuduhan memiliki hubungan dengan elemen ekstremis — klaim yang menurut para kritikus terlalu luas dan berisiko memicu ketidakpercayaan publik.
Para pemimpin politik Pashtun menanggapi dengan prihatin. Kepala Menteri Khyber Pakhtunkhwa Ali Amin Gandapur menyatakan bahwa pemerintah provinsinya tidak akan melakukan deportasi paksa.
Beberapa partai politik Pashtun juga mengkritik kebijakan federal, mendesak diakhirinya pengusiran massal dan menolak klaim bahwa pengungsi Afghanistan bertanggung jawab atas tantangan ekonomi negara tersebut.
Para pengamat berpendapat kampanye deportasi saat ini dapat menyebabkan pemisahan keluarga, krisis kemanusiaan, dan marginalisasi lebih lanjut terhadap pengungsi Afghanistan dan etnis Pashtun di Pakistan.
Baca juga: Pakistan Serang Afghanistan, 15 Orang Tewas, Taliban Tak Akan Tinggal Diam
Organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, didesak untuk bekerja sama dengan pemerintah Pakistan guna memastikan bahwa setiap upaya pemulangan mematuhi standar dan kewajiban global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/unjuk-rasa-pengungsi-afghanistan_20211213_183929.jpg)