Selasa, 14 April 2026

Tingkat Kebahagiaan Indonesia Paling Tinggi, Jepang Terendah

Desa dan suku tradisional di Indonesia secara historis berupaya membina hubungan damai dengan kelompok berbeda, termasuk dalam aspek keagamaan

Editor: Eko Sutriyanto
pexels
ILUSTRASI BAHAGIA - Hasil awal dari studi ambisius selama 5 tahun yang melibatkan lebih dari 200.000 orang di 22 negara dan wilayah, yang disebut Global Flourishing Study, diterbitkan pada 30 April 2025 di jurnal Nature Mental Health mengungkap, Indonesia memiliki tingkat kebahagiaan tertinggi berdasarkan negara sedangkan Jepang mencatat posisi terendah 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Hasil awal dari studi ambisius selama lima tahun yang melibatkan lebih dari 200.000 orang di 22 negara dan wilayah, yang disebut Global Flourishing Study, diterbitkan pada 30 April 2025 di jurnal Nature Mental Health mengungkap, Indonesia memiliki tingkat kebahagiaan tertinggi berdasarkan negara sementara Jepang mencatat posisi terendah.

Studi ini juga menunjukkan bahwa kaum muda cenderung kurang bahagia di banyak negara.

Byron R Johnson dari Baylor University mengembangkan skala Flourish yang disesuaikan secara ilmiah untuk meneliti kesejahteraan berkelanjutan secara lebih mendalam.

Ia bekerja sama dengan Gallup, perusahaan riset asal AS, dan Center for Open Science (COS), sebuah organisasi nirlaba, untuk meluncurkan Survei Kebahagiaan Global.

Dari 22 negara dan wilayah yang tercakup dalam survei tersebut, Indonesia menempati peringkat pertama secara keseluruhan, dengan skor rata-rata tertinggi pada berbagai aspek kesejahteraan berkelanjutan.

Baca juga: 5 Tahun Terakhir Prefektur Okinawa Jadi Wilayah dengan Tingkat Kebahagiaan Warga Tertinggi di Jepang

Indonesia memiliki populasi yang mayoritas Muslim dan PDB per kapita sekitar USD 5.250 (sekitar 750.000 yen) pada tahun 2025, yang menempatkannya di posisi ketiga dari bawah secara ekonomi.

Apa yang membuat masyarakat Indonesia merasakan kebahagiaan berkelanjutan?

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan keragaman etnis, bahasa, budaya, dan agama yang luar biasa,” kata Johnson.

“Tentu saja ada konflik, tetapi sebagai sebuah negara, mereka berusaha keras untuk mengedepankan rekonsiliasi.”

Desa dan suku tradisional di Indonesia secara historis berupaya membina hubungan damai dengan kelompok berbeda, termasuk dalam aspek keagamaan.

Hal ini diyakini turut berkontribusi pada tingginya tingkat kebahagiaan yang berkelanjutan di Indonesia.

“Di tempat-tempat yang secara ekonomi tertinggal, kita sering melihat adanya orientasi sosial yang kuat dan rasa makna dalam hidup,” tambah peneliti lainnya, VanderWiel.

Sementara itu, Jepang mencatat tingkat kebahagiaan berkelanjutan terendah, meskipun memiliki PDB per kapita sekitar USD 35.600 (sekitar 5,1 juta yen).

Jepang juga berada di peringkat ke-55 dari 147 negara dalam World Happiness Report 2025, di bawah Uzbekistan yang menempati posisi ke-53, meskipun PDB-nya hanya sekitar sepersepuluh dari Jepang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved