Senin, 11 Mei 2026

AS dan China sepakati pemangkasan tarif sementara selama 90 hari – Apa maknanya bagi perdagangan global?

AS dan China menyetujui pemangkasan sementara tarif impor yang diterapkan kepada satu sama lain. Apa maknanya bagi perdagangan global?

Tayang:
BBC Indonesia
AS dan China sepakati pemangkasan tarif sementara selama 90 hari – Apa maknanya bagi perdagangan global? 

AS dan China menyetujui penurunan sementara tarif impor yang diterapkan kepada satu sama lain.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyatakan bahwa kedua negara akan menurunkan tarif resiprokal mereka sebesar 115% selama 90 hari.

Pengumuman ini muncul setelah China dan AS melakukan perundingan dagang secara intensif di Swiss pada akhir pekan lalu.

Berlangsung selama dua hari, ini adalah pertemuan pertama sejak Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tinggi terhadap barang-barang China yang masuk ke AS pada Januari.

Kebijakan ini kemudian dibalas oleh China dengan pengenaan tarif tinggi terhadap produk AS yang masuk ke China.

Trump mengenakan tarif sebesar 145% untuk impor dari China.

Beijing kemudian membalasnya dengan mengenakan tarif sebesar 125% untuk beberapa barang dari AS.

Setelah perundingan tersebut, tarif AS untuk impor dari China akan dipangkas menjadi 30% selama 90 hari.

Adapun tarif China untuk impor dari AS akan dipangkas menjadi 10% untuk periode waktu yang sama.

Paket kebijakan AS masih menyertakan bagian tambahan yang bertujuan menekan Beijing untuk berupaya lebih keras dalam memberantas perdagangan ilegal fentanyl.

Seperti diketahui, AS menduga obat opioid yang sangat kuat ini disalurkan secara ilegal termasuk ke Meksiko dan Kanada.

Para pejabat AS mengaku terkejut atas kesediaan China untuk menangani isu ini.

"Kedua negara memperjuangkan kepentingan nasional mereka dengan sangat baik," kata Bessent.

"(AS dan China) memiliki kepentingan dalam perdagangan yang seimbang, dan AS akan terus bergerak ke arah itu."

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved