Selasa, 12 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Drama Nuklir Memanas, Iran Bersedia Pindahkan Uranium asalkan AS Penuhi Tuntutan Ini

Iran siap lepas uranium ke negara ketiga, tapi ajukan syarat keras ke AS. Negosiasi nuklir memanas, Selat Hormuz kembali jadi ancaman dunia.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Iran bersedia memindahkan uranium yang diperkaya ke negara ketiga sebagai bagian negosiasi dengan AS. Namun Teheran mengajukan sejumlah syarat.
  • AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dalam jangka panjang demi mencegah pengembangan senjata nuklir. Sementara Iran hanya mau pembatasan sementara serta meminta pencabutan sanksi ekonomi.
  • Konflik nuklir Iran-AS berdampak besar pada dunia berpotensi memicu lonjakan harga energi serta inflasi internasional jika negosiasi gagal

TRIBUNNEWS.COM - Iran dilaporkan bersedia memindahkan stok uranium yang telah diperkaya ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

Laporan ini pertama kali diungkap media AS, The Wall Street Journal, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui isi tanggapan Iran terhadap proposal Washington.

Dalam laporan tersebut disebutkan Iran membuka peluang untuk menyerahkan material uranium yang telah diperkaya kepada negara ketiga. 

Langkah itu dinilai sebagai sinyal kompromi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap program nuklir Teheran.

Namun, Iran mengajukan syarat yang sangat tegas. Pemerintah Iran meminta jaminan penuh bahwa uranium yang dipindahkan harus dikembalikan apabila negosiasi gagal atau jika AS kembali keluar dari kesepakatan di tengah jalan.

Pasalnya, Iran tidak ingin mengulangi pengalaman saat Washington menarik diri dari perjanjian nuklir sebelumnya dan kembali menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Teheran.

Selain itu, Iran menolak keras tuntutan pembongkaran fasilitas nuklirnya. Pemerintah Iran menilai fasilitas tersebut merupakan bagian dari hak negara untuk mengembangkan program nuklir sipil dan tidak dapat dihapus sebagai syarat perundingan.

Teheran juga hanya bersedia menghentikan pengayaan uranium untuk sementara waktu. Durasi penghentian yang ditawarkan Iran jauh lebih singkat dibanding permintaan AS yang menginginkan pembatasan hingga puluhan tahun.

Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi dan blokade maritim yang selama ini diberlakukan AS.

Dalam proposal yang dibahas melalui mediator internasional, Iran meminta akses terhadap dana-dana negara yang dibekukan di luar negeri.

Perbedaan Iran dan AS soal Nuklir Masih Tajam

Perundingan masih berlangsung alot karena AS dan Iran memiliki perbedaan mendasar tentang program nuklir Teheran.

Baca juga: Iran Tak Mau Tunduk pada Musuh usai Trump Tolak Tawarannya

Salah satu sumber utama perbedaan itu adalah soal pengayaan uranium. AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dalam jangka panjang bahkan hingga puluhan tahun.

Washington menilai langkah tersebut penting untuk memastikan Iran tidak memiliki kemampuan memproduksi senjata nuklir di masa depan.

AS dan negara-negara Barat juga menaruh perhatian besar terhadap tingkat pengayaan uranium Iran yang dalam beberapa tahun terakhir meningkat hingga mendekati level yang dianggap sensitif secara militer.

Badan pengawas nuklir internasional atau IAEA sebelumnya melaporkan Iran mempercepat pengayaan uranium hingga mendekati level yang hampir mencapai standar senjata nuklir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved