Jumat, 1 Mei 2026

Mengapa bendera Ferrari jadi simbol protes anti-pemerintah di Serbia?

Bendera lambang Ferrari menjadi simbol protes anti-pemerintah di Serbia sejak pertengahan 1990-an. Bagaimana lambang produsen mobil…

Tayang:
BBC Indonesia
Mengapa bendera Ferrari jadi simbol protes anti-pemerintah di Serbia? 

Seiring berjalannya waktu, kisah bendera Ferrari menjadi legendaris, dengan banyak kisah dan mitos di sekitarnya.

Ada yang menyarankan agar Ferrari menghadiahi Igor Balmazovic sebuah mobil.

"Memang benar," katanya sambil tersenyum.

"Mobil mainan!"

Hal ini terjadi setelah sebuah saluran televisi Italia datang ke Serbia pada 1997 dan menayangkan laporan tentang bendera yang menjadi simbol demonstrasi.

"Ferrari mengirimkan hadiah—buku, topi, dua mobil mainan, dan sepucuk surat dari manajer perusahaan yang mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan saya. Namun kami tidak pernah bertemu."

Bendera Ferrari tetap eksis dalam demonstrasi saat ini

Beberapa dekade setelahnya, bendera Ferrari muncul di setiap protes besar di Serbia—mulai dari pemberontakan pada 2000 yang menggulingkan Milosevic, hingga demonstrasi yang lebih baru terhadap Presiden Vucic.

Partai Progresif Serbia pimpinan Vucic memenangkan lebih dari 47% suara parlemen pada 2023 dan menyapu bersih pemilu lokal pada tahun berikutnya, mengukuhkan kekuasaannya.

Meskipun ia mengeklaim mendukung jalan Serbia menuju keanggotaan Uni Eropa, para kritikus menuduhnya sebagai otoriter, mengikis institusi-institusi demokratis, dan mendorong korupsi.

Setelah insiden runtuhnya kanopi di stasiun kereta api Novi Sad, beberapa pejabat ditangkap, termasuk mantan menteri konstruksi, namun banyak yang menganggap respon yang diberikan masih kurang.

Vucic menyangkal melakukan kesalahan, menyebut protes-protes tersebut sebagai upaya untuk mengacaukan pemerintah dan menuduh kekuatan-kekuatan asing turut campur.

Namun, para pemrotes tetap tidak terpengaruh.

Para mahasiswa bergabung dengan koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari para aktor, pengacara, profesor, guru, dan petani.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Center for Research, Transparency and Accountability (CRTA), sebuah kelompok pemantau independen, 61% warga Serbia mendukung protes tersebut.

'Menjaga semangat tetap hidup'

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved