Bendung Disinformasi India Blokir Akun X Milik Kantor Berita Cina dan Turki
India telah memblokir akun X milik media pemerintah dari Cina dan Turki. Langkah ini diambil karena disinformasi marak terjadi di…
Akun X milik kantor berita pemerintah Cina Xinhua, media Partai Komunis berbahasa Inggris Global Times, dan TRTWorld dari Turki diblokir di India pada Rabu (14/5/2025) sore waktu setempat.
Pemblokiran akun-akun ini terjadi setelah India mengklaim bahwa informasi yang salah telah disebarkan oleh media-media asing tentang bentrokan militer minggu lalu dengan musuh bebuyutannya, Pakistan.
Setelah beberapa serangan dari kedua belah pihak, gencatan senjata dicapai pada tanggal 10 Mei yang masih berlaku.
India dan Pakistan mencapai ambang perang minggu lalu, di mana kedua negara bersenjata nuklir ini saling tembak-menembak rudal, pesawat tak berawak, dan peluru.
Ketegangan dimulai pada tanggal 22 April ketika para ekstremis Islamis membunuh 26 warga sipil, kebanyakan turis, dalam sebuah serangan brutal di Kashmir yang dikelola India.
India menuduh Pakistan menyembunyikan dan mendukung para militan, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Islamabad.
Setelah beberapa serangan dari kedua belah pihak, sebuah gencatan senjata dicapai pada tanggal 10 Mei dan masih berlaku hingga saat ini.
India menindak 'disinformasi'
India dan Pakistan telah menyajikan versi resmi yang sangat berbeda dari bentrokan militer minggu lalu, dengan akun-akun media sosial dan organisasi-organisasi berita di kedua negara yang mendorong pelaporan yang belum diverifikasi.
Pada tanggal 7 Mei, melalui akun X, Kedutaan Besar India di Cina memperingatkan surat kabar Cina, Global Times tentang sebuah artikel yang mengklaim bahwa angkatan udara Pakistan telah "menembak jatuh sebuah jet tempur India sebagai tanggapan atas serangan udara pada malam sebelumnya." Informasi tersebut telah dikaitkan dengan kantor berita Cina Xinhua.
"Kami menyarankan Anda untuk memverifikasi fakta-fakta Anda dan memeriksa ulang sumber-sumber Anda sebelum menyebarkan disinformasi semacam ini," kata postingan tersebut.
Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India. Militer India mengatakan bahwa semua pilotnya yang terlibat dalam serangan tersebut telah kembali ke rumah dengan selamat.
Kedutaan Besar India juga mengutip Biro Informasi Pers India, yang telah melabeli video-video yang beredar tentang jet tempur India yang jatuh sebagai video palsu.
Sejak krisis Kashmir meletus, pemerintah India telah mengarahkan X untuk memblokir sekitar 8.000 akun dan menghapus konten yang terkait dengan Pakistan dari platform digital.
Banyak dari akun-akun ini merupakan akun-akun dari publikasi berita India yang kredibel seperti Maktoob Media, The Kashmiryat, The Wire dan jurnalis seperti Anuradha Bhasin, yang telah menuai kecaman dari para aktivis kebebasan pers.
Saat ini belum jelas apakah akun-akun berita Cina dan Turki merupakan bagian dari 8.000 akun yang disebutkan di atas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle72536327_403.jpg.jpg)