Rabu, 20 Mei 2026

Donald Trump Larang Universitas Harvard AS Terima Mahasiswa Asing, Ini Alasannya

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mencabut izin Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa asing.

Tayang:
Facebook The White House
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mencabut izin Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa asing. 

Namun Harvard tidak memenuhi permintaan Noem.

Dalam suratnya kepada Harvard pada Kamis lalu, Noem mengatakan bahwa sebagai konsekuensinya Harvard dilarang untuk menerima mahasiswa internasional pada tahun ajaran 2025-2026.

Noem mengatakan bahwa konsekuensi itu adalah, "hasil yang disayangkan dari kegagalan Harvard untuk mematuhi persyaratan pelaporan sederhana."

Noem menambahkan bahwa Harvard dapat memperoleh kembali izinnya untuk menerima mahasiswa internasional dengan syarat Harvard harus menyerahkan "segudang catatan" (a trove of records) tentang mahasiswa asing yang berkuliah di kampusnya dalam waktu 72 jam.

Permintaan ini mencakup seluruh catatan, termasuk rekaman audio maupun video mahasiswa asing yang berpartisipasi dalam demonstrasi atau aktivitas berbahaya di universitas tersebut.

Noem menutup penjelasanya dengan menyatakan bahwa "pemerintahan ini meminta pertanggungjawaban Harvard atas pemeliharaan kekerasan, anti-Semitisme, dan koordinasi dengan Partai Komunis Tiongkok di kampusnya,"

Pemerintahan Trump langsung mencabut sertifikasi Harvard dalam Program Mahasiswa dan Pertukaran Pengunjung (Student and Exchange Visitor Program).

Sertifikasi ini sebelumnya memberikan kampus tersebut kemampuan untuk mensponsori mahasiswa internasional agar mendapatkan visa dan bersekolah di Amerika Serikat.

Presiden Harvard, Alan Garber, menyatakan bahwa universitas telah melakukan perubahan pada tata kelolanya selama satu setengah tahun terakhir, termasuk strategi untuk memerangi anti-Semitisme.

Namun, Garber menegaskan bahwa Harvard tidak akan menyerah pada "prinsip yang dilindungi secara hukum karena kekhawatiran akan pembalasan,”.

Ia kemudian mengatakan bahwa tidak ada bukti tentang tuduhan pemerintah yang menyebutkan kalau mahasiswa internasionalnya menjadi masalah keamanan negara.

Mahasiswa internasional di kampus mereka justru "lebih rentan terhadap gangguan, kekerasan, atau pelanggaran lainnya dibandingkan mahasiswa lain, " katanya.

Kelompok mahasiswa Harvard College Democrats mengecam tindakan pemerintahan Trump, menyebutnya sebagai upaya otoritarianisme klasik yang mempermainkan kehidupan mahasiswa, mendorong agenda radikal, dan membungkam perbedaan pendapat.

"Serangan Trump terhadap mahasiswa internasional adalah otoritarianisme klasik — Harvard harus terus bertahan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Pencabutan izin Harvard untuk menerima mahasiswa internasional ini membuka babak baru dalam sebuah pertarungan yang diawasi dengan ketat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved