Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia
Dari Jet Dassault Rafale hingga Kapal Selam Scorpene, Alutsista yang Ditaksir Indonesia dari Prancis
jet tempur Dassault Rafale, kapal selam Scorpène, fregat ringan, dan sistem artileri CAESAR adalah Alutsista yang akan dibeli Indonesia dari Prancis
Januari 2024: Indonesia mengumumkan kontrak ketiga untuk 18 jet Rafale tambahan, sehingga total pesanan menjadi 42 pesawat yang direncanakan.
"Kesepakatan yang diresmikan di hadapan Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ini menandai langkah penting dalam upaya berkelanjutan Indonesia untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya. Meskipun jumlah dan jadwal spesifiknya masih dirahasiakan," tulis laporan tersebut.
Adapun media Prancis OpexNews berspekulasi kalau kesepakatan tersebut potensial menambahkan sekitar 18 jet Rafale tambahan.
Atas langkah Indonesia ini, para pakar pertahanan regional dari Singapura dan Malaysia menyampaikan dukungan mereka secara hati-hati, dengan memperhatikan semakin selarasnya Indonesia dengan sistem militer Barat.
Namun, mereka memperingatkan adanya tantangan logistik yang potensial dan pertanyaan tentang komitmen politik yang dibutuhkan untuk mempertahankan program ambisius ini.
Dr. Ang Wei Min dari RSIS mengatakan, “Pergeseran Indonesia ke teknologi Prancis menandai langkah strategis yang berani, tetapi keberhasilannya bergantung pada pendanaan yang konsisten dan dukungan kelembagaan yang kuat.”
Sementara itu, media Tiongkok menggambarkan perjanjian tersebut sebagai contoh “campur tangan eksternal” di Asia Tenggara, terutama di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan.
Modernisasi Alutsista dan Tantangannya
Langkah ini menggarisbawahi upaya Indonesia untuk meningkatkan kemampuan militernya di tengah lanskap keamanan regional yang kompleks, berdasarkan kontrak tahun 2022 untuk 42 Rafale dan peralatan pertahanan lainnya.
Perjanjian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kritis dalam angkatan udara, laut, dan darat Indonesia.
"Tetapi masih ada pertanyaan tentang kelayakan dan integrasi sistem canggih ini ke dalam persenjataan negara yang beragam," kata ulasan tersebut menjabarkan tantangan yang dihadapi Indonesia jika mengakusisi Alutsista Prancis ini.
Angkatan bersenjata Indonesia telah lama mengandalkan campuran platform yang sudah tua, termasuk F-16 Amerika dan pesawat tempur Su-27/30 Rusia.
"Alutsista ini kepayahan memenuhi tuntutan peperangan modern di negara kepulauan yang luas ini," kata situs tersebut
Geografi negara yang luas, meliputi lebih dari 17.000 pulau, membutuhkan sistem serbaguna yang mampu beroperasi di wilayah udara, laut, dan darat.
Kesepakatan tahun 2022 dengan Prancis, senilai $8,1 miliar, mencakup 42 jet Rafale, pengembangan kapal selam, dan amunisi, yang memposisikan Prancis sebagai mitra utama dalam modernisasi pertahanan Indonesia.
"Surat pernyataan minat baru-baru ini memperluas kemitraan ini, menandakan niat Indonesia untuk lebih mendiversifikasi perangkat keras militernya dan mengurangi ketergantungan pada sistem lama," kata laporan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jet-tempur-Dassault-Rafale-buatan-Prancis-bermanuver-di-udara.jpg)