Sabtu, 9 Mei 2026

Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia

Dari Jet Dassault Rafale hingga Kapal Selam Scorpene, Alutsista yang Ditaksir Indonesia dari Prancis

jet tempur Dassault Rafale, kapal selam Scorpène, fregat ringan, dan sistem artileri CAESAR adalah Alutsista yang akan dibeli Indonesia dari Prancis

Tayang:
BM/Tangkap Layar
MANUVER UDARA - Jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis bermanuver di udara. Jet ini dilaporkan diminati Indonesia untuk memodernisasi Angkatan Udaranya. 

Sistem tempur SUBTICS milik Scorpène memadukan sonar, peperangan elektronik, dan kendali senjata, yang memungkinkan penyebaran torpedo, rudal antikapal SM-39 Exocet, dan ranjau laut.

Dengan enam tabung torpedo 533 mm, kapal selam ini dapat menyerang kapal permukaan dan kapal selam pada jarak yang jauh.

"Armada bawah laut Indonesia saat ini, terutama kapal selam kelas Nagapasa [turunan Scorpène], terbatas jumlah dan kemampuannya, sehingga kesulitan untuk berpatroli di zona ekonomi eksklusif negara yang luas," kata ulasan tersebut. 

Penambahan lebih banyak Scorpène akan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mengamankan rute maritim utama, seperti Selat Malaka, titik rawan perdagangan global yang vital.

"Dibandingkan dengan pesaing regional seperti kapal selam kelas Invincible milik Singapura, yang dilengkapi otomatisasi canggih, Scorpène menawarkan keseimbangan antara biaya dan kemampuan, meskipun integrasi dengan armada Indonesia yang ada dapat menimbulkan tantangan logistik," tulis laporan tersebut.

Seputar Fregat Kelas Gowind dan FDI

Kesepakatan itu juga mencakup fregat ringan, kemungkinan berdasarkan desain Gowind atau FDI Prancis, yang dirancang khusus untuk peperangan kepulauan. 

Kelas Gowind, yang sudah dioperasikan oleh negara-negara seperti Mesir, memiliki desain modular dengan sistem radar canggih dan sistem peluncur vertikal [VLS] untuk rudal permukaan-ke-udara dan anti-kapal.

Sistem manajemen tempur SETIS memungkinkan koordinasi secara langsung dengan aset angkatan laut lainnya, yang sangat penting bagi gugus pulau Indonesia yang tersebar.

Kelas FDI, dengan desain yang lebih baru, dilengkapi fitur siluman dan radar Thales Sea Fire, yang mampu melacak ancaman udara dan rudal dari jarak jauh.

Kapal fregat ini akan memperkuat kemampuan Indonesia untuk melawan ancaman maritim, khususnya di perairan yang disengketakan di dekat Kepulauan Natuna, tempat ketegangan atas hak penangkapan ikan meningkat.

Dibandingkan dengan fregat Tipe 054A milik Tiongkok, yang menekankan peperangan antikapal selam, desain Prancis mengutamakan fleksibilitas, meskipun bobotnya yang lebih kecil dapat membatasi daya tahan dalam operasi yang berkepanjangan.

Sistem Artileri CAESAR

Sistem artileri CAESAR, howitzer 155 mm yang dipasang di truk, melengkapi akuisisi prospektif tersebut.

Diproduksi oleh Nexter, CAESAR menggabungkan mobilitas dengan daya tembak, yang mampu menembakkan enam peluru per menit pada jarak hingga 42 kilometer dengan peluru standar atau 55 kilometer dengan amunisi berpemandu presisi seperti Excalibur.

Sasisnya yang beroda memungkinkan penyebaran cepat di berbagai medan Indonesia, dari pusat kota hingga pulau-pulau terpencil.

Kontrol tembakan sistem ini terintegrasi dengan jaringan medan perang modern, yang memungkinkan serangan terkoordinasi dengan angkatan udara dan laut. Indonesia telah mengoperasikan 34 unit CAESAR, yang diperoleh pada tahun 2012, dan kinerjanya dalam latihan telah menunjukkan nilainya dalam skenario respons cepat.

Namun, mempertahankan inventaris artileri campuran, termasuk sistem lama seperti howitzer M101, dapat mempersulit logistik dan pelatihan.

"Dibandingkan dengan sistem seperti M777 AS, mobilitas CAESAR memberinya keunggulan di lingkungan kepulauan Indonesia, meskipun ketergantungannya pada rantai pasokan Prancis menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang," tulis ulasan tersebut.

 

(oln/BM/*)

 

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved