Konflik India dan Pakistan
PM Pakistan Shehbaz Sharif Ajukan Tawaran Perdamaian kepada India saat Kunjungan ke Iran
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengajukan tawaran perdamaian kepada India saat berkunjung ke Teheran pada tanggal 26 Mei
PM Pakistan Shehbaz Sharif Ajukan Tawaran Perdamaian kepada India saat Kunjungan ke Iran
TRIBUNNEWS.COM- Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengajukan tawaran perdamaian kepada India saat berkunjung ke Teheran pada tanggal 26 Mei, dengan mengatakan Islamabad siap mengadakan pembicaraan mengenai pembagian air, melawan terorisme, dan status wilayah Kashmir yang disengketakan.
Awal bulan ini, India dan Pakistan melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap satu sama lain, menewaskan 70 orang di kedua belah pihak, dalam konflik terburuk antara dua rival bersenjata nuklir itu dalam beberapa dekade.
India memulai konflik setelah serangan mematikan di wilayah Kashmir yang menewaskan 26 wisatawan, sebagian besar beragama Hindu. New Delhi menuduh Islamabad mensponsori serangan tersebut.
"Kami menginginkan perdamaian, kami menginginkan perdamaian, dan kami akan mengupayakan perdamaian di kawasan ini melalui perundingan, di atas meja, dan menyelesaikan masalah-masalah yang belum terselesaikan," kata Sharif dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Sharif menyerukan pemungutan suara untuk menentukan masa depan wilayah Kashmir yang sebagian besar penduduknya Muslim.
"Kami siap berunding demi perdamaian terkait isu air dengan tetangga kami, kami siap berunding untuk meningkatkan perdagangan dan juga melawan terorisme jika mereka serius, tetapi jika mereka memilih untuk tetap menjadi agresor, maka kami akan membela negara dan wilayah kami," kata Sharif.
Presiden Iran menyambut baik usulan Pakistan untuk mengakhiri konflik dengan India melalui dialog.
“Tidak diragukan lagi, menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan cara damai merupakan prasyarat bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional, regional, dan internasional,” kata Pezeshkian.
“Kami percaya bahwa di kawasan ini, menjaga keamanan berkelanjutan dan mencoba menciptakan hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga merupakan salah satu kebijakan bersama Iran dan Pakistan.”
Dalam wawancara dengan media pemerintah Iran IRNA sesaat sebelum tiba di Teheran, Sharif mengucapkan terima kasih kepada Iran atas dukungannya.
"Tujuan utama kunjungan saya adalah untuk mengucapkan terima kasih kepada Iran atas dukungan dan dukungannya selama konflik kami dengan India," ungkapnya.
Perdana Menteri Pakistan juga mendukung pembentukan hubungan ekonomi yang lebih dekat dengan Iran, yang sebelumnya terhambat oleh sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS terhadap Teheran.
"Saya sangat yakin bahwa nasib ekonomi Iran dan Pakistan saling terkait. Kami memiliki perbatasan sepanjang sekitar 900 kilometer. Saya pribadi yakin bahwa hubungan ekonomi yang kuat antara Balochistan di Pakistan dan Sistan-dan-Baluchestan di Iran dapat berdampak baik bagi seluruh kawasan," ungkapnya.
Sharif tiba di Iran hari Senin setelah kunjungan ke Turki sebagai bagian dari lawatan diplomasi regional ke negara-negara yang mendukung Islamabad selama krisis terakhir dengan India atau yang membantu memediasi konflik tersebut. Setelah Iran, ia akan mengunjungi Tajikistan dan Azerbaijan.
SUMBER: THE CRADLE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-bendera-India-dan-Pakistan-yang-di.jpg)