Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Minta Indonesia Lebih Vokal Desak Rusia Hentikan Perang

Pemerintah Ukraina meminta Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendesak Rusia menghentikan invasi militer ke wilayahnya. 

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
DUBES UKRAINA - Wakil Dubes Ukraina untuk Indonesia, Yevhenia Shynkarenko saat konferensi pers bersama awak media di Rumah Kartanegara, Jakarta, Selasa (10/5/2025) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Ukraina meminta Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendesak Rusia menghentikan invasi militer ke wilayahnya. 

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Wakil Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Yevhenia Shynkarenko, dalam pertemuan dengan sejumlah jurnalis di Rumah Kertanegara, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

“Kami selalu meminta Indonesia untuk lebih vokal agar Rusia menghentikan perang ini,” ujar Yevhenia.

Ia menekankan bahwa konflik bersenjata yang berlangsung sejak Februari 2022 itu belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meskipun, saat ini upaya negosiasi sempat digelar baru-baru ini.

“Proses negosiasi pada 2 Juni lalu sejujurnya tidak menunjukkan keseriusan dari Rusia. Delegasi yang mereka kirim bukanlah para pengambil keputusan,” katanya.

Meski begitu, kata dia, Ukraina tetap menyambut baik sebagian hasil dari pertemuan tersebut, khususnya terkait pertukaran tawanan perang.

“Termasuk untuk mengembalikan anak-anak Ukraina yang diculik. Namun sayangnya, sejauh ini prosesnya hanya sampai di pertukaran tawanan saja, belum sampai ke proses perdamaian sejati,” ungkapnya.

Ia juga mengungkap bahwa Rusia kembali menawarkan syarat damai yang sama seperti sebelumnya, yakni agar Ukraina menyerah dan menyerahkan sebagian wilayahnya. 

"Itu tidak bisa dinegosiasikan. Itu tanah kami dan akan kami pertahankan selama yang dibutuhkan,” tegasnya.

Yevhenia menyebut dukungan Indonesia sangat penting bagi Ukraina.

Bukan hanya secara politik, tetapi juga sebagai pesan kepada komunitas internasional.

Baca juga: Momen Haru saat Rusia dan Ukraina Saling Tukar Tawanan Perang

“Kami percaya Indonesia adalah pemain internasional yang kuat dan andal. Anda menyebut diri sebagai kekuatan menengah (middle power), tapi menurut kami Anda adalah kekuatan menengah yang sangat kuat,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved