Sabtu, 30 Agustus 2025

Kecelakaan Pesawat Air India

Kecelakaan Pesawat Air India, Para Ahli Pertanyakan Posisi Roda dan Daya Angkat

Ahli penerbangan soroti roda pendaratan yang tak naik dan dugaan kehilangan daya mesin dalam kecelakaan Air India.

X @CISFHQrs
AIR INDIA JATUH - Gambar yang dirilis oleh pasukan pemerintah India menunjukkan ekor pesawat jet penumpang yang terjepit di sebuah gedung di Ahmedabad pada Kamis (12/6/2025). Para ahli bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab insiden kecelakaan pesawat Air India. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah ahli penerbangan menyuarakan kekhawatiran mereka setelah kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad, Kamis (12/6/2025).

Para ahli bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab insiden kecelakaan pesawat Air India.

Dikutip dari Times of India, insiden ini terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas dan kini tengah diselidiki intensif oleh otoritas terkait.

Mantan pilot Ehsan Khalid menekankan pentingnya data dari Flight Data Recorder, Cockpit Voice Recorder, dan sistem ACARS untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

"Gambaran visual menunjukkan bahwa pesawat jatuh saat masih dalam penerbangan, yang berarti tidak terjadi ledakan di udara," ujar Khalid.

Ia menduga pesawat mengalami kehilangan daya, kemungkinan akibat kerusakan mesin.

Khalid menyatakan sangat kecil kemungkinannya dua mesin gagal secara bersamaan, terlebih jika hanya karena serangan burung dalam waktu singkat.

"Mesin pesawat sangat besar, dan jarang sekali kedua mesin mati secara bersamaan dalam waktu satu menit," tambahnya.

Khalid juga menyoroti panggilan mayday dari pilot yang menandakan bahwa kru menyadari adanya kegagalan dan mencoba menanganinya saat masih mengudara.

Ia mempertanyakan mengapa roda pendaratan masih dalam posisi turun.

"Biasanya roda dinaikkan segera setelah lepas landas. Fakta bahwa roda tetap turun bisa berarti mesin sudah terdeteksi mati lebih awal," jelasnya.

Baca juga: Kecelakaan Air India: Saksi Mata Dengar Ledakan, Lihat Asap Membumbung bahkan Mayat

Hal serupa disampaikan oleh konsultan keselamatan kedirgantaraan AS, Anthony Brickhouse.

 Brickhouse menyebut posisi roda pendaratan sangat tidak biasa untuk fase awal penerbangan.

"Kalau tidak tahu ceritanya, Anda akan kira pesawat sedang bersiap mendarat," ujarnya.

Sementara itu, John M Cox, CEO Safety Operating Systems yang berbasis di Washington DC, mengatakan masih terlalu dini menarik kesimpulan.

Dia menekankan bahwa penyelidikan akan mencakup konfigurasi pesawat, termasuk posisi bilah dan penutup sayap.

"Pesawat terlihat dengan hidung terangkat namun terus turun, artinya tidak cukup daya angkat," katanya.

Pakar keselamatan penerbangan lainnya, Prof John McDermid dari Universitas York, juga mengaku terkejut dengan insiden tersebut.

Ia menduga ada keanehan pada posisi bagian belakang sayap, meski ia menegaskan belum bisa menyimpulkan akibat buruknya kualitas gambar yang tersedia.

McDermid menambahkan bahwa meski lepas landas dan pendaratan merupakan fase paling berisiko, ketinggian saat kecelakaan terjadi hanya sekitar 600 kaki.

"Pilot masih bisa membatalkan lepas landas cukup lama. Jadi, ini tampaknya masalah yang muncul tiba-tiba dan sangat serius," ujarnya.

Penyelidikan masih berlangsung, dan fokus utama saat ini adalah memahami urutan kejadian dan faktor-faktor teknis yang berkontribusi terhadap kecelakaan tragis ini.

Kronologi Kecelakaan Pesawat Air India

Pada Kamis (12/6/2025), sekitar pukul 13.38 IST, penerbangan AI171 Boeing 787‑8 Dreamliner lepas landas dari Ahmedabad menuju London–Gatwick, setelah sebelumnya transit dari New Delhi, dikutip dari BBC.

Dalam 10–30 detik setelah takeoff, pesawat mencapai ketinggian sekitar 160–190 meter.

Pesawat Air India tiba-tiba kehilangan daya angkat dan mengeluarkan panggilan “mayday” sebelum menghantam gedung asrama mahasiswa di area medis BJ Medical College, menciptakan ledakan besar.

Baca juga: Eks Kepala Menteri Gujarat Diyakini Jadi Korban Tewas dalam Tragedi Pesawat Air India

Terdapat lebih dari 100.000 liter bahan bakar yang memicu kobaran api dahsyat, lapor theguardian.com.

Sebanyak 242 orang berada di dalam pesawat yang terdiri dari 230 penumpang, 12 kru.

Korban tewas mencapai 241 jiwa di dalam pesawat, dengan tambahan lebih dari 28 kematian di darat—menjadikannya hampir 269 korban jiwa total.

Satu penumpang selamat, seorang warga Inggris keturunan India bernama Vishwash Kumar Ramesh (kursi 11A), yang keluar hampir tanpa cedera.

Beberapa warga sipil terluka akibat puing dan kebakaran di sekitar lokasi asrama.

Riwayat Kecelakaan Boeing & Air India

Ini adalah kecelakaan fatal pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner sejak pesawat ini dioperasikan awal 2010-an.

Dikutip dair France24, Air India sendiri memiliki catatan kelam:

  • 1985: Bom udara Air India Flight 182 (Boeing 747) – 329 tewas en.wikipedia.org+5en.wikipedia.org+5indiatimes.com+5.
  • 2010: Air India Express Boeing 737 jatuh di Mangalore – 158 meninggal reddit.com+15khaleejtimes.com+15bbc.com+15.
  • 2020: Air India Express di Kozhikode saat mendarat hujan deras— 21 tewas .

Boeing juga baru-baru ini menghadapi tekanan global setelah insiden Boeing 737 MAX, dan jatuhnya saham perusahaan sekitar 4–5 persen pasca-kecelakaan ini memperlihatkan kekhawatiran pasar terhadap tata kelola keselamatan pesawat jenis ini .

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan