Kamis, 8 Januari 2026

Konflik Iran Vs Israel

Netanyahu Sanjung Serangan AS ke Iran, Sebut Keberanian Trump Layak Dicatat Sejarah

Netanyahu sanjung AS, ungkap apresiasi tinggi kepada Presiden Donald Trump usai serangan AS yang menargetkan 3 nuklir Iran di Fordow, Natanz, Isfahan

Facebook The White House
TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Kamis (10/4/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berfoto di Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Selasa (8/4/2025). Netanyahu sanjung AS, ungkap apresiasi tinggi kepada Presiden Donald Trump usai serangan AS yang menargetkan 3 nuklir Iran di Fordow, Natanz, Isfahan 

TRIBUNNEWS.COM – Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai serangan AS yang menargetkan 3 fasilitas nuklir Iran.

Netanyahu bahkan menyebut AS "benar-benar tak tertandingi" dalam serangannya terhadap terhadap tiga situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Pernyataan itu dilontarkan seraya menambahkan bahwa kepemimpinan Trump saat ini telah menciptakan titik balik sejarah yang dapat membantu memimpin Timur Tengah dan sekitarnya menuju masa depan yang sejahtera dan damai.

"Presiden Trump dan saya sering mengatakan perdamaian melalui kekuatan. Pertama datang kekuatan, lalu datang perdamaian. Malam ini, Presiden Trump dan Amerika Serikat bertindak dengan kekuatan yang besar," tegas Netanyahu, dikutip dari The Times of Israel.

“Presiden Trump, saya berterima kasih kepada Anda. Rakyat Israel berterima kasih kepada Anda. Kekuatan peradaban berterima kasih kepada Anda,” lanjutnya.

Pujian Netanyahu terhadap Trump menunjukkan solidnya dukungan Israel terhadap strategi militer AS dalam mengatasi ancaman nuklir Iran.

Membuka babak baru dalam dinamika aliansi Timur Tengah dan memicu perdebatan global mengenai batas intervensi militer untuk menciptakan perdamaian.

Senada dengan Netanyahu, Pemimpin Oposisi Yair Lapid juga turut memuji dan berterima kasih kepada Trump atas serangan tersebut, yang menurutnya mencegah “perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.”

"Malam ini adalah malam bersejarah bagi seluruh Timur Tengah. Terima kasih kepada Presiden Trump. Terima kasih kepada AS. Malam ini, perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah berhasil dihindari," katanya dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan serupa juga turut dilontarkan Ketua Persatuan Nasional Benny Gantz yang mengatakan bahwa keputusan Trump untuk menyerang fasilitas nuklir Iran “membuat dunia, Timur Tengah, dan Israel menjadi tempat yang lebih aman saat ini.”

Ia mengungkapkan "penghargaan yang mendalam" atas "sikap Amerika yang jelas terhadap Israel sepanjang kampanye ini dan malam ini khususnya terhadap rezim Iran," dalam sebuah posting di X.

Baca juga: Pakistan Kecam Serangan Amerika terhadap Iran, Sehari setelah Dukung Trump untuk Nobel Perdamaian

Trump Ultimatum Iran

Terpisah, setelah AS melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir utamanya.

Trump mengancam apabila Iran nekat melakukan balasan maka AS tidak segan untuk melakukan serangan presisi jauh lebih besar hingga mengundang tragedi mematikan bagi Teheran .

“Iran adalah penindas di Timur Tengah. Mereka harus memilih perdamaian. Jika tidak, serangan berikutnya akan lebih besar dan jauh lebih mudah,” ujar Trump, dikutip dari Anadolu.

Melalui platform sosial Truth Social, Trump juga memperingatkan bahwa “balasan dari Iran terhadap amerika akan dihadapi dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari yang terjadi malam ini”.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved