Konflik Iran Vs Israel
Rincian Serangan AS terhadap 3 Situs Nuklir Iran dan Senjata yang Digunakan: Tomahawk hingga MOP
AS menerjunkan tujuh pesawat pengebom siluman B-2 untuk menyerang tiga situs nuklir Iran, Minggu (22/6/2025).
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.com - Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) dini hari waktu Teheran.
Serangan itu menargetkan Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow, di dekat kota Qom di utara; Fasilitas Nuklir Natanz, dekat Isfahan di Iran tengah; dan Pusat Teknologi Nuklir Isfahan, di selatan Isfahan.
Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan serangan itu melibatkan formasi besar tujuh pesawat pengebom siluman B-2, masing-masing dengan dua awak.
Pesawat itu "berangkat" dari AS pada Jumat (20/6/2025) tengah malam waktu Amerika, sebagai bagian dari Operasi Midnight Hammer.
Untuk mempertahankan kejutan serangan AS, jelas Caine, kelompok umpan terbang ke barat melintasi Pasifik, sedangkan kelompok penyerang utama menuju ke timur dengan komunikasi minimal selama penerbangan 18 jam.
Dilansir Al Jazeera, pukul 1.30 dini hari waktu Iran, kapal selam AS di wilayah Timur Tengah meluncurkan lebih dari dua lusin rudal Tomahawk yang menyerang target infrastruktur permukaan di Isfahan.
Baca juga: Spesifikasi Bunker Buster GBU-57 MOP AS, Satu-satunya Bom Disebut Bisa Hancurkan Fordow Milik Iran
Pukul 2.10 dini hari, B-2 terdepan menjatuhkan dua GBU-57 Massive Ordnance Penetrators (MOP) di Fordow.
Serangan itu kemudian diikuti oleh total 14 MOP yang dijatuhkan di Fordow dan Natanz.
Ketiga fasilitas itu diserang antara pukul 1.30-2.10 dini hari.
Gelombang terakhir rudal Tomahawk menghantam Isfahan lagi untuk memberikan kejutan.
Secara total, lebih dari 125 pesawat AS berpartisipasi, termasuk B-2, jet tempur, puluhan pesawat tanker, pesawat pengintai, dan kru pendukung.
Pentagon menggambarkan serangan itu sebagai operasi tempur B-2 terbesar dalam sejarah AS dan misi B-2 terpanjang kedua yang pernah diterbangkan.
Trump Klaim Situs Nuklir Iran Hancur
Pasca-serangan yang diluncurkan militernya, Presiden AS, Donald Trump, mengklaim fasilitas nuklir Iran yang ditargetkan, telah "hancur total".
Ia mengatakan serangan tersebut "sangat sukses".
Keputusan Trump untuk bergabung dengan Israel menandai eskalasi tajam di kawasan tersebut.
Intervensi AS terjadi lebih dari seminggu, setelah Israel melancarkan serangan tanpa alasan terhadap lokasi nuklir dan militer Iran usai menuduh Teheran membuat bom atom.
Iran, demikian pula pengawas nuklir PBB, telah membantah klaim yang mengatakan Teheran berada di titik puncak pengembangan senjata nuklir.
Iran Pastikan Pembalasan
Sementara itu, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran menyebut AS telah membuka pintu pembalasan, pasca-serangan terhadap tiga fasilitas nuklir, Minggu dini hari.
"Kami tidak akan pernah mundur," tegasnya, Senin, dikutip dari CNN.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, menyebut "Amerika yang kriminal" telah "membuka pintu bagi pejuang Angkatan Bersenjata untuk melakukan tindakan apapun yang menentang kepentingan dan tentaranya."
Baca juga: Iran Klaim Hancurkan Poros Kejahatan Israel, Ledakan Besar di 3 Kota, 2 Pangkalan Udara Jadi Target
"Kami tidak akan pernah mundur dalam hal ini," Mousavi sekali lagi menekankan pernyataannya.
Ia mengatakan AS telah "secara langsung ikut campur perang dengan melanggar kedaulatan Iran dan tanah suci negara kami."
Terpisah, Juru Bicara Komando Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Ibrahim Zolfaqari, memperingatkan pihaknya akan membalas dengan "operasi yang kuat dan terarah yang akan menimbulkan konsekuensi berat, disesalkan, dan tidak bisa diprediksi."
"Trump, Anda bisa saja memulai perang ini, tetapi kamilah yang akan mengakhirinya," pungkas dia.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.