Konflik Iran Vs Israel
Iran Ngaku Telah Beri Sinyal ke Qatar Sebelum Luncurkan Rudal ke Pangkalan Udara AS Al Udeid
Iran mengklaim telah memberi peringatan kepada Qatar sebelum meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Al Udeid, Qatar
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran mengklaim telah memberi peringatan kepada Qatar sebelum meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Al Udeid, Qatar, pada Senin (23/6/2025).
Peringatan ini menurut laporan dari Reuters disampaikan melalui jalur resmi antara pemerintah Iran dan Qatar.
Tujuannya adalah agar Qatar dan Amerika Serikat bisa mengambil tindakan pengamanan lebih awal, dan meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa atau kerusakan besar.
“Teheran telah memberikan pemberitahuan sebelumnya bahwa serangan akan dilakukan untuk meminimalkan korban,” demikian laporan surat kabar lokal, mengutip tiga pejabat Iran yang mengetahui rencana tersebut.
Serangan itu merupakan bagian dari aksi balasan atas serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran beberapa hari sebelumnya.
Sumber dari pihak Iran menyebut, serangan tidak dimaksudkan untuk memicu perang besar, tetapi hanya ingin menunjukkan bahwa Iran punya kemampuan untuk merespons.
Meski begitu, Iran tetap berusaha memastikan konflik tidak semakin membesar.
Strategi ini mirip seperti yang pernah dilakukan Iran pada tahun 2020. Saat itu, Iran menyerang pangkalan AS di Irak sebagai pembalasan atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.
Akan tetapi sebelum rudal ditembakkan, Iran sudah memberi tahu Irak lebih dulu, agar evakuasi bisa dilakukan dan korban bisa dihindari.
Iran Rudal Pangkalan Udara AS Al Udeid di Qatar
Sebagai informasi, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memuncak setelah Iran meluncurkan serangan 6 rudal ke pangkalan udara AS di Al Udeid, Qatar, Senin.
Laporan militer AS dan otoritas Qatar menyebut, rudal-rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Baca juga: Belum ada Konfirmasi dari Iran atau Israel Mengenai Gencatan Senjata
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar akibat serangan tersebut.
Namun serangan ini menambah ketegangan yang telah terjadi antara AS dan Iran.
Sebagai tindakan pencegahan, Qatar sempat menutup sementara ruang udaranya dan menghentikan penerbangan sipil di sekitar wilayah pangkalan militer Al Udeid untuk menjamin keselamatan penerbangan.
Serangan Iran Tuai Kecaman
Merespon serangan yang diluncurkan Iran, Qatar yang menjadi negara sasaran turut mengecam serangan Iran tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menganggap Iran telah melakukan pelanggaran internasional karena mengganggu kedaulatan Qatar.
“Kami mengecam segala bentuk eskalasi militer yang dapat membahayakan keselamatan warga sipil dan kestabilan kawasan. Serangan ke wilayah Qatar adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Kecaman serupa juga turut dilontarkan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara pertama yang secara tegas mengecam serangan rudal Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Al Udeid, Qatar.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara tetangga dan hukum internasional.
Menyusul yang lainnya, Pemerintah Irak melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa serangan semacam ini merupakan perkembangan yang sebelumnya telah mereka peringatkan.
Irak melihat bahwa ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sudah semakin cepat meningkat, dan bisa berdampak luas terhadap keamanan seluruh wilayah Timur Tengah.
Oleh karena itu, Irak menyerukan agar semua pihak mengutamakan dialog, menahan diri, dan tidak memperburuk situasi dengan serangan lanjutan.
Sementara Arab Saudi juga mengecam keras tindakan Iran yang melepaskan rudal ke wilayah Qatar. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut serangan itu tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun.
“Ini adalah masalah yang tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun,” tegas pernyataan resmi Arab Saudi.
Arab Saudi menyatakan dukungan penuh terhadap Qatar, yang menjadi sasaran serangan. Mereka menyebut Qatar sebagai negara saudara, dan menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas di antara negara-negara Teluk.
(Tribunnews.com / Namira)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.