Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Pejabat Gedung Putih Sebut Israel Setuju Gencatan Senjata dengan Iran, tapi Ajukan Syarat Ini

Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran, namun mengajukan sebuah syarat.

https://trumpwhitehouse.archives.gov/
GEDUNG PUTIH AS - Foto ini diambil dari laman https://trumpwhitehouse.archives.gov/ pada Rabu (12/2/2025) yang menunjukkan foto Gedung Putih Amerika Serikat. Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran, namun mengajukan sebuah syarat. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran.

Namun ia mengatakan bahwa Israel mengajukan syarat untuk menyutujui kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Syarat yang diajukan Israel adalah Teheran menghentikan seluruh serangan militernya terhadap wilayah Israel.

"Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan syarat Iran menghentikan serangannya di negara mereka," kata seorang pejabat senior Gedung Putih kepada CNN. 

Syarat ini disampaikan dalam proses negosiasi intensif yang dimediasi langsung oleh Amerika Serikat, dengan Presiden Donald Trump dalam komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Selama proses negosiasi, Presiden Trump disebut tidak hanya berbicara langsung dengan Netanyahu, tetapi juga mengarahkan tim diplomasi Amerika yang terdiri dari Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri dan Penasihat Keamanan Nasional Marco Rubio, serta Utusan Khusus Steve Witkoff. 

Mereka dilaporkan menjalin kontak langsung maupun tidak langsung dengan perwakilan Iran.

Sementara itu, melalui unggahan di media sosial Senin malam, Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata akan dimulai dalam waktu enam jam. 

Ia menyebut kesepakatan ini sebagai “lengkap dan total” yang akan diberlakukan dalam dua tahap.

"Telah sepenuhnya disepakati oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan ada GENCATAN SENJATA yang Lengkap dan Total (dalam waktu sekitar 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah mengakhiri dan menyelesaikan misi terakhir mereka!), selama 12 jam, di mana pada saat itu Perang akan dianggap BERAKHIR," tulis Trump di media sosial, dikutip dari CNN.

"Secara resmi, Iran akan memulai GENCATAN SENJATA dan, pada Jam ke-12, Israel akan memulai GENCATAN SENJATA dan, pada Jam ke-24, AKHIR RESMI PERANG 12 HARI akan disambut oleh Dunia. Selama setiap GENCATAN SENJATA, pihak lain akan tetap DAMAI dan HORMAT," tambahnya.

Trump mengatakan bahwa selama setiap gencatan senjata, pihak lain akan tetap "damai dan saling menghormati."

"Dengan asumsi bahwa semuanya berjalan sebagaimana mestinya, dan itu pasti akan terjadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua Negara, Israel dan Iran, atas Stamina, Keberanian, dan Kecerdasan yang mereka miliki untuk mengakhiri apa yang disebut sebagai 'PERANG 12 HARI'," tambahnya.

Baca juga: Iran: Operasi Militer Kami untuk Menghukum Agresi Israel Berlangsung hingga Menit Terakhir

"Ini adalah perang yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tetapi itu tidak terjadi dan tidak akan pernah terjadi!" kata Trump.

Respons Menlu Iran

Namun di sisi lain, pernyataan dari Iran tidak sepenuhnya selaras dengan pengumuman dari Gedung Putih.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghci, pada Selasa (24/6/2025) menyatakan bahwa "belum ada kesepakatan resmi" terkait gencatan senjata.

"Seperti yang telah berulang kali ditegaskan Iran: Israel melancarkan perang terhadap Iran, bukan sebaliknya. Sampai saat ini, TIDAK ADA 'kesepakatan' mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer," kata Abbas Araghchi di X, dikutip dari Anadolu Anjansi.

Ia menyebut bahwa Iran hanya mempertimbangkan penghentian operasi jika Israel menghentikan semua bentuk agresi terhadap rakyat Iran sebelum pukul 4 pagi waktu Teheran. 

Menurutnya, keputusan akhir akan diambil setelah momen tersebut.

"Namun, dengan syarat rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 4 pagi waktu Teheran, kami tidak berniat melanjutkan tanggapan kami setelahnya.

"Keputusan akhir tentang penghentian operasi militer kami akan diambil kemudian," kata Araghchi.

Tak hanya itu, Araghci menegaskan bahwa operasi Iran akan berhenti pada pukul 4 pagi waktu setempat.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Bersenjata Iran yang telah membantu Iran dalam konflik ini.

"Bersama seluruh rakyat Iran, saya mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani, yang tetap siap membela negara kita tercinta hingga titik darah penghabisan, dan yang menanggapi setiap serangan musuh hingga menit terakhir," tambahnya.

Pernyataan gencatan senjata oleh Donald Trump ini muncul hanya beberapa saat setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal ke arah Pangkalan Militer AS Al Udeid di Qatar, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.

Pemerintah AS dan Qatar memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Serangan rudal Iran merupakan respons terhadap tiga serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran sehari sebelumnya, yang menjadi bagian dari serangkaian aksi militer Israel yang didukung oleh Washington.

Sebelumnya, Israel telah memulai eskalasi dalam serangan militer Israel yang didukung AS terhadap Iran sejak 13 Juni 2025.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Gedung Putih dan Konflik Iran vs Israel

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan