Rabu, 20 Mei 2026

Konflik Iran Vs Israel

Kapal Induk AS Berlayar di Dekat Selat Hormuz, Iran Siaga Tinggi Luncurkan Serangan

Dua pesawat pengintai dan helikopter yang menjadi bagian dari Carrier Strike Group USS Nimitz terlacak terbang di Selat Hormuz, dekat Iran.

Tayang:
tangkap layar/ADS-B Exchange
TERBANG DADAKAN - Tangkapan layar dari situs web pelacakan penerbangan ADS-B Exchange pada tanggal 18 September 2025 menunjukkan dua pesawat patroli maritim P-8A Poseidon Angkatan Laut AS dan dua helikopter pendukung MH-60S Seahawk—kemungkinan diluncurkan dari kapal induk USS Nimitz—melakukan penerbangan mendadak di Selat Hormuz. 

Kapal Induk AS Berlayar di Dekat Selat Hormuz, Iran Siaga Tinggi Siap Luncurkan Serangan

TRIBUNNEWS.COM - Dua pesawat pengintai maritim Amerika Serikat (AS) dan dua helikopter yang menjadi bagian dari carrier strike group (CSG) kapal induk USS Nimitz terlacak terbang di atas Selat Hormuz pada Kamis (18/9/2025) kemarin.

Keberadaan pesawat dan helikopter ini menandakan kehadiran kapal induk tersebut saat berlayar dekat dengan Iran, NW melansir, dikutip Minggu (21/9/2025).

Baca juga: Iran Diduga Angkut Ranjau Laut ke Teluk Persia, Israel-AS Khawatir Selat Hormuz akan Ditutup

"Citra satelit awal minggu ini menunjukkan kapal induk berlabuh di Teluk Persia di lepas pantai Uni Emirat Arab, di tengah operasi Angkatan Laut AS yang berkelanjutan di Timur Tengah," tulis laporan itu merujuk pada situs web pelacakan penerbangan ADS-B Exchange pada 18 September 2025.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menjelaskan pergerakan ini terkait dengan pertemuan perwakilan AS-Kuwait di atas kapal tersebut terkait keamanan Teluk Arab Utara.

Mengapa Hal Ini Penting

USS Nimitz yang bertenaga nuklir dialihkan ke Timur Tengah pada bulan Juni di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-Israel dan Iran.

Belakangan, keberadaan kapal induk ini diketahui berfungsi sebagai pusat komando serangan ke sejumlah fasilitas nuklir Iran yang dilakukan oelh Israel.

Serangan Israel memicu konflik selama 12 hari melawan Teheran. 

Israel dan AS menyerang fasilitas nuklir Iran, sementara Teheran meluncurkan rudal ke Israel dan pangkalan utama AS di Qatar.

Serangan tersebut gagal membawa Iran ke meja perundingan mengenai program nuklirnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara Barat dan meningkatkan risiko perang yang berlanjut.

Adapun AS terus mendukung Israel. AS juga mengandalkan sekutu negara Arab di kawasan Teluk untuk melawan pengaruh Iran.

Namun, AS sekarang menghadapi hubungan yang berpotensi tegang setelah Israel menyerang Doha, Qatar dengan alasan menargetkan delegasi senior Hamas.

Serangan Israel ke Doha, ibu kota Qatar, yang juga menjadi tuan rumah bagi para mediator AS dan Israel yang bekerja untuk merundingkan gencatan senjata Gaza, dianggap langkah keras yang justru akan menggagalkan segala upaya damai.

KAPAL INDUK - Kapal induk USS Nimitz melintas dari Indo-Pasifik menuju Timur Tengah. kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Nimitz CVN-68 melintas laut Aceh diduga tengah menuju Teluk Persia.
KAPAL INDUK - Kapal induk USS Nimitz melintas dari Indo-Pasifik menuju Timur Tengah. kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Nimitz CVN-68 melintas laut Aceh diduga tengah menuju Teluk Persia. (Capture Video Instagram)

Apa yang Perlu Diketahui

Kapal induk AS, USS Nimitz telah beroperasi di Laut Arab, Teluk Oman, Teluk Persia , dan terlihat singgah di pelabuhan Dubai pada Senin pekan lalu .

Kapal induk tersebut baru-baru ini diisi kembali dengan perbekalan saat beroperasi di Timur Tengah.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved