Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Gencatan Senjata Iran dan Israel Rapuh, Trump Frustrasi: Mereka Sudah Tak Tahu Apa yang Dilakukan

Gencatan senjata Iran-Israel masih rapuh. Trump frustrasi, saling tuding pelanggaran, dunia waspada potensi konflik baru.

|
Editor: Glery Lazuardi
Kolase Foto Khamenei.Ir, Facebook The White House, Faceboook PM Israel
IRAN-ISRAEL TRENDING DI MEDSOS - Ali Khamenei, Donald Trump, dan Benyamin Netanyahu. Nama tiga pemimpin negara ini menjadi topik yang trending di media sosial menyusul ketegangan Iran-Israel serta serangan intervensi AS. Ketegangan di perbatasan Iran-Israel, dengan latar sirene dan ledakan, menggambarkan rapuhnya gencatan senjata yang masih membayangi kawasan. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Gencatan senjata antara Iran dan Israel yang dinyatakan rapuh terus memicu kekhawatiran global. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang berperan sebagai mediator utama, meluapkan frustrasinya.

Ia menilai kedua negara telah berperang “terlalu lama” hingga kehilangan arah dan tak lagi tahu apa yang mereka lakukan.

“Dua negara ini telah berperang terlalu lama dan terlalu keras, hingga mereka tidak tahu lagi apa yang sedang mereka lakukan,” ujar Trump dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat ke KTT NATO.

Ucapan ini mencerminkan betapa rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang dicapai setelah 12 hari ketegangan militer.

lihat fotoKENAIKAN BBM - Iran akan menutup Selat Hormuz imbas serangan Isral dan Amerika Serikat, hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga BBM. TRIBUNNEWS
KENAIKAN BBM - Iran akan menutup Selat Hormuz imbas serangan Isral dan Amerika Serikat, hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga BBM. TRIBUNNEWS

Baca juga: Gencatan Senjata Diumumkan Donald Trump, Netanyahu Klaim Israel Menang Perang Lawan Iran

Gencatan Senjata Dibayangi Ketidakpastian

Kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Trump dianggap sebagai pencapaian diplomatik penting untuk menghentikan spiral konflik yang melibatkan serangan langsung Israel ke fasilitas nuklir Iran dan balasan rudal dari Teheran ke pangkalan militer AS di Qatar.

Namun, hanya beberapa jam setelah pengumuman tersebut, Israel menuduh Iran melanggar perjanjian dengan menembakkan dua misil ke wilayah udaranya.

Meskipun sistem pertahanan Israel berhasil mencegat rudal-rudal tersebut, tuduhan ini memperkeruh situasi. Iran, melalui media pemerintah, membantah keras tuduhan itu dan justru mengecam serangan fajar Israel ke wilayahnya.

“ISRAEL tidak akan menyerang Iran. Semua pesawat akan berbalik dan pulang sambil melakukan ‘Plane Wave’ ramah ke Iran.

Tak ada yang terluka, gencatan senjata berlaku!” tulis Trump lewat platform Truth Social, berusaha menenangkan publik dunia.

Baca juga: 4 Poin Gencatan Senjata Iran vs Israel: Ancaman Trump pada Tel Aviv hingga Ketidakpatuhan Netanyahu

Trump Frustrasi, Laporan Intelijen AS Berbeda dengan Klaim Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim operasi militer telah berhasil “meruntuhkan” program nuklir Iran.

Namun, laporan dari Defense Intelligence Agency (DIA) Amerika Serikat justru menyebut bahwa program tersebut hanya mengalami kemunduran selama beberapa bulan saja.

Laporan yang dirilis Senin (23/6/2025) dan bocor ke Associated Press ini menegaskan bahwa fasilitas nuklir Iran di Natanz, Isfahan, dan reaktor Arak memang rusak, tetapi tidak sampai menghentikan seluruh programnya.

Gedung Putih menolak laporan tersebut dan menyebutnya “salah total,” mempertahankan pernyataan Trump bahwa program nuklir Iran telah “sepenuhnya dihancurkan.”

12 Hari yang Mencekam

Konflik terbaru antara Iran dan Israel dimulai 12 hari lalu saat Israel menyerang situs nuklir dan militer Iran, dengan alasan bahwa Teheran sudah terlalu dekat dengan pengembangan senjata nuklir.

Iran bersikeras programnya bersifat damai, namun segera membalas dengan rudal yang menghantam pangkalan AS di Timur Tengah.

Dalam upaya mencegah eskalasi lebih lanjut, Trump melakukan diplomasi cepat dengan Netanyahu dan pejabat Iran, menghasilkan kesepakatan gencatan senjata dalam waktu 48 jam.

Namun, perdamaian itu tampak rapuh karena kedua pihak masih saling tuding melakukan pelanggaran.

Baca juga: Trump Sangat Marah ke Israel setelah Menyerang Iran di Tengah Gencatan Senjata: Saya Tidak Senang

Dampak Global dan Reaksi Dunia

Ketegangan yang meningkat ini tak hanya menjadi kekhawatiran kawasan Timur Tengah, tetapi juga berdampak besar pada ekonomi global, terutama terkait Selat Hormuz—jalur pelayaran utama minyak dunia.

Jika gencatan senjata gagal dan Iran menutup selat tersebut, harga minyak mentah bisa melonjak drastis.

China, mitra dagang terbesar Iran, mengecam serangan AS dan memperingatkan “spiral eskalasi” yang bisa mengganggu stabilitas global.

Data Korban dan Kerusakan

Berdasarkan data terbaru dari Human Rights Activists yang berbasis di Washington:

Iran: 974 orang tewas, 3.458 luka-luka, termasuk 387 warga sipil dan 268 personel keamanan.

Israel: 28 orang tewas, lebih dari 1.000 terluka. Serangan roket menghancurkan tiga gedung apartemen di Beersheba, dengan pecahan kaca, puing, dan bangkai mobil terbakar ditemukan di lokasi.

Pangkalan AS: Tidak ada korban jiwa meski ada serangan drone di Ain al-Assad, Irak, dan bandara Baghdad.

TRUMP DI GEDUNG PUTIH - Foto diambil dari akun Trump di Truth Social, Selasa (24/6/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam postingan yang diunggah pada Senin (23/6/2025). Pada 23 Juni 2025 malam, Trump mengomentari respon lemah Iran terhadap pangkalan militer AS di Qatar.
TRUMP DI GEDUNG PUTIH - Foto diambil dari akun Trump di Truth Social, Selasa (24/6/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam postingan yang diunggah pada Senin (23/6/2025). Pada 23 Juni 2025 malam, Trump mengomentari respon lemah Iran terhadap pangkalan militer AS di Qatar. (Truth Social/@realDonaldTrump)

FBI Alihkan Fokus dari Imigrasi ke Iran

Di dalam negeri, Pemerintah AS melalui FBI memperketat pengawasan terhadap potensi ancaman dari Iran.

Menurut laporan Reuters, beberapa agen FBI dibebaskan dari tugas-tugas imigrasi untuk fokus pada kontra-terorisme, kontra-intelijen, dan keamanan siber terkait Iran.

Kantor-kantor lapangan FBI di Chicago, Los Angeles, San Francisco, New York, dan Philadelphia membatalkan rotasi tugas bagi agen ke bidang imigrasi.

Keputusan ini menandakan keseriusan Washington menanggapi potensi ancaman akibat ketegangan tersebut.

lihat fotoEVAKUASI WNI - Sebanyak 115 WNI dievakuasi dari Teheran Iran menuju ke Azerbaijan imbas perang dengan Israel. TRIBUNNEWS
EVAKUASI WNI - Sebanyak 115 WNI dievakuasi dari Teheran Iran menuju ke Azerbaijan imbas perang dengan Israel. TRIBUNNEWS

Damai atau Jeda Sementara?

Meskipun tidak ada serangan besar baru setelah deklarasi gencatan senjata, situasi tetap tegang dan rentan.

Trump mengakui bahwa kesepakatan ini mungkin hanya sementara, terutama jika “kedua pihak tidak kembali waras,” ujarnya di Air Force One sebelum terbang ke Eropa.

Jika ketegangan kembali meningkat, bukan hanya Timur Tengah yang terancam, tetapi juga stabilitas global, jalur perdagangan, serta hubungan internasional yang telah rapuh sejak awal konflik.

Dunia kini hanya bisa berharap jeda ini menjadi awal dari diplomasi baru yang lebih damai, bukan sekadar peralihan menuju babak kekerasan berikutnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan