Konflik Palestina Vs Israel
Direktur Rumah Sakit Indonesia untuk Gaza Tewas Dibunuh Israel
Menurut laporan dari Al-Jazeera, ia gugur bersama istrinya dan beberapa kerabat lainnya saat rumahnya di kawasan Gaza terkena serangan.
TRIBUNNEWS.COM - Media massa di Gaza melaporkan bahwa Marwan Al-Sultan, direktur Rumah Sakit Indonesia di wilayah utara Gaza, tewas dalam serangan Israel.
Menurut laporan dari Al-Jazeera, ia gugur bersama istrinya dan beberapa kerabat lainnya saat rumahnya di kawasan Gaza terkena serangan.
Sebelumnya, Tentara Israel (IDF) menyatakan bahwa Hamas menggunakan Rumah Sakit Indonesia sebagai basis aktivitas terorismenya serta menembaki pasukan Israel dari lokasi tersebut.
Kondisi Rumah Sakit Indonesia sendiri sudah kosong-melompong setelah dikosongkan oleh IDF beberapa minggu lalu dan kini tidak beroperasi lagi.
Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza tersebut juga dikabarkan menjadi salah satu sumber informasi utama tentang kondisi warga Palestina di wilayah konflik.
Sebelum gugurnya dalam serangan Israel, ia beberapa kali menyerukan masyarakat internasional untuk memastikan keselamatan tim medis.
Seruan itu digencarkan Marwan terutama saat Israel mengepung dan menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza secara brutal.
Terakhir, Marwan melalui video yang dikirimkan langsung ke MER-C Indonesia pada Senin 19 Mei 2025 menyerukan agar pemerintah Indonesia mendesak penjajah Israel untuk segera menghentikan agresinya.
Di dalam video tersebut, Marwan juga meminta agar pemerintah Indonesia mendorong pihak-pihak terkait agar Israel memberlakukan gencatan senjata di Gaza.
Pada saat ia mengunggah video tersebut, Marwan masih bertahan di RS Indonesia bersama relawan lokal MER-C Indonesia dan sejumlah staf lainnya.
Kala itu ia juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk keselamatan mereka.
Baca juga: Netanyahu Tunda Sidang Korupsi Minggu Depan demi Temui Trump, Jaksa Israel Setuju
Mayoritas Warga Indonesia Tolak Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Israel
Sementara itu, warga Indonesia masih menunjukkan sikap antagonistik terhadap Israel dalam survei terbaru Lembaga survei Median.
Melalui riset tersebut, Median mengungkap respons warga negara Indonesia (WNI) terhadap pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto tentang kemungkinan pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel, dengan syarat pengakuan status negara terhadap Palestina.
Survei yang dilakukan pada 12–18 Juni 2025 melibatkan 907 responden dari 38 provinsi ini menggunakan kuesioner berbasis Google Form untuk menjangkau pengguna media sosial sebagai target utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DIREKTUR-RS-INDONESIA-DI-GAZA-Marwan-Sultan-direktur-Rumah-Sakit-Indonesia.jpg)