Senin, 20 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.233: Rusia Gempur Ukraina, Zelensky Murka

Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.233: Rusia melakukan serangan besar-besaran ke Ukraina selama 10 jam, Zelensky murka.

Editor: Nuryanti
Facebook Zelensky
AKIBAT SERANGAN RUSIA - Foto diambil dari Facebook Zelensky, Kamis (10/7/2025), memperlihatkan api yang berkobar di sebuah gedung setelah dihantam serangan Rusia. Zelensky mengunggah foto sejumlah lokasi di Ukraina setelah dihantam serangan Rusia pada Rabu (9/7/2025) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Pada perang Rusia dan Ukraina hari ke-1.233 pada Kamis (10/7/2025), Rusia menggempur sejumlah wilayah di Ukraina.

Serangan besar-besaran sejak Rabu (9/7/2025) malam itu berlanjut hingga Kamis.

Layanan Darurat Ukraina di wilayah Sumy melaporkan tentara Rusia menembaki wilayah Poltava dengan UAV serang.

Pada pagi pukul 07.00 waktu setempat, Rusia menyerang Kherson dengan drone, melukai dua orang akibat ledakan dari pesawat tak berawak, seperti diberitakan Suspilne.

Ukraina Tangkap 2 Warga Negara China, Dituduh Jadi Mata-mata Rusia

Ukraina mengatakan telah menangkap seorang ayah dan anak berkewarganegaraan China, keduanya diduga memata-matai program rudal jelajah Neptune milik Ukraina

"Petugas kontra intelijen menahan seorang mantan mahasiswa berusia 24 tahun di Kyiv setelah mereka memberinya dokumentasi teknis terkait produksi Neptune," kata SBU Ukraina, Rabu. 

"Mereka kemudian menyergap ayahnya ketika ia mengunjungi Ukraina dari China untuk mengkoordinasikan secara pribadi pekerjaan putranya dan menyelundupkan dokumen-dokumen tersebut ke dinas khusus China," kata SBU.

Pria China Dituduh Jadi Mata-mata sejak Tahun 2022

Seorang pejabat Ukraina mengatakan kepada Reuters bahwa kedua pria tersebut adalah warga China pertama yang ditangkap karena melakukan spionase sejak invasi besar-besaran Moskow pada tahun 2022. 

Ukraina telah berulang kali menuduh China memasok suku cadang dan teknologi penting untuk program pesawat nirawak dan rudal Rusia.

Baca juga: 700 Drone Rusia Gempur Kota Lutsk Ukraina: Terjadi di Tengah Ketidakpastian Pasokan Senjata AS 

Pemerintah China bersikeras tidak ada perdagangan semacam itu. 

Kedutaan Besar China di Kyiv tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters terkait kasus Neptune.

Sementara itu, pengacara untuk kedua pria tersebut tidak dapat segera ditemukan.

Zelensky Kutuk Serangan Rusia, Minta Dunia Jatuhkan Lebih Banyak Sanksi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan bahwa Rusia melancarkan serangan besar selama hampir 10 jam dengan 18 rudal dan sekitar 400 drone, termasuk 200 drone "Shahed", yang terutama menyasar Kyiv dan beberapa wilayah lain.

Ia melaporkan setidaknya dua orang tewas dan 16 lainnya terluka.

Zelensky menyebut serangan ini sebagai peningkatan teror Rusia dan menekankan perlunya respons cepat dari dunia internasional, termasuk sanksi yang lebih keras dan investasi dalam produksi senjata serta teknologi pertahanan.

Ia juga akan berdiskusi dengan mitra internasional untuk mendukung produksi drone pencegat dan sistem pertahanan udara Ukraina.

AS Lanjutkan Kirim Peluru dan Rudal ke Ukraina

AS melanjutkan pengiriman peluru artileri dan rudal artileri roket bergerak ke Ukraina, menurut laporan para pejabat AS kepada Reuters dan Associated Press pada hari Rabu, atas instruksi Donald Trump.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan peluru artileri 155mm dan rudal GMLRS (artileri roket bergerak) sedang disediakan.

Pengiriman yang dihentikan pekan lalu meliputi 30 rudal Patriot, 8.500 peluru artileri 155mm, lebih dari 250 rudal GMLRS presisi, dan 142 rudal udara-ke-permukaan Hellfire, seperti diberitakan The Guardian.

Rusia Kembali Bombardir Ukraina

Ukraina kembali dibombardir pada Kamis pagi.

"Saat pertahanan udara menangkis serangan drone Rusia, salah satunya menghantam sebuah gedung apartemen di pusat ibu kota," kata Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv.

Puing-puing berjatuhan di berbagai distrik kota setelah serangan tersebut.

Rusia Gempur Ukraina dengan Serangan Rudal

Pada hari Rabu, Rusia menggempur Ukraina dengan serangan rudal dan drone terbesarnya dalam lebih dari tiga tahun perang – sebuah rekor kelam yang tampaknya terus bertambah setiap beberapa hari. 

Lutsk, sebuah kota di Ukraina barat, menjadi sasaran utama serangan udara dan infrastruktur militernya. 

Angkatan Udara Kyiv mengatakan Rusia menembakkan 728 drone dan 13 rudal ke Ukraina, sementara sistem pertahanan udara berhasil menjinakkan 711 drone dan tujuh rudal. 

Perwakilan Angkatan Udara mengatakan drone-drone baru Ukraina memainkan peran penting dalam pertahanan terhadap serangan tersebut, dan sebagian besar drone Rusia merupakan umpan.

Seorang Bayi Tewas dalam Serangan Rusia

Seorang anak laki-laki berusia satu tahun tewas dalam serangan Rusia di desa Pravdyne di wilayah Kherson selatan.

Beberapa laporan menyebutkan ia terkena serangan drone di halaman belakang rumahnya, bersama neneknya yang mengalami luka parah. 

Jaksa Ukraina mengatakan serangan drone dan bom Rusia di dua kota di Donetsk menewaskan delapan warga sipil pada hari Rabu. 

Para pejabat menerbitkan foto-foto yang menunjukkan jasad dua orang yang terbakar hingga tewas di dalam mobil mereka, yang menurut para pejabat terkena serangan drone Rusia.

3 Orang Tewas dalam Serangan Rusia di Donetsk

Korban jiwa termasuk tiga orang tewas dan satu orang luka-luka di kota garis depan Kostiantynivka di wilayah Donetsk, menurut laporan layanan darurat nasional. 

Sebuah gedung administrasi satu lantai hancur dan tim penyelamat mengevakuasi jenazah dari reruntuhan, sementara itu petugas pemadam kebakaran memadamkan api di empat gedung. 

Vadym Filashkin, gubernur wilayah Donetsk, mengatakan, "Sudah waktunya untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Evakuasi ke wilayah Ukraina yang tidak terlalu berbahaya!"

Zelensky Temui Utusan AS untuk Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Utusan Khusus AS untuk Ukraina Keith Kellogg di Roma.

"Kami membahas pasokan senjata dan penguatan pertahanan udara … Kami juga membahas pembelian senjata Amerika, produksi pertahanan bersama, dan upaya lokalisasi di Ukraina," kata Zelensky pada hari Rabu.

Keduanya berada di Italia menjelang konferensi pada 10-11 Juli 2025 yang didedikasikan untuk pemulihan dan rekonstruksi jangka panjang Ukraina.

Zelensky dan Keith Kellogg Bahas Proposal untuk Beri Sanksi Keras ke Rusia

Dalam pertemuannya di Roma, Zelensky mengatakan ia dan Keith Kellogg telah membahas panjang lebar proposal untuk memberikan sanksi yang lebih keras kepada Moskow.

Ia berharap akan ada kemajuan dalam rancangan undang-undang sanksi yang diajukan oleh Lindsey Graham dari Partai Republik dan Richard Blumenthal dari Partai Demokrat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik langsung yang tidak biasa kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan mengatakan pernyataan penguasa Rusia tersebut tentang langkah menuju perdamaian "tidak berarti" dan "omong kosong".

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved