Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.508, AS Pertimbangkan Perpanjang Izin Beli Minyak Rusia
AS kemungkinan akan mempertimbangkan untuk memperpanjang izin pembelian minyak Rusia di tengah pembicaraan dengan Iran, Ukraina makin khawatir.
Ringkasan Berita:
- Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.508, AS kemungkinan akan mempertimbangkan memperpanjang izin pembelian minyak Rusia demi stabilkan harga energi global.
- Di lapangan, gencatan senjata Paskah diragukan karena serangan tetap terjadi dan warga sipil jadi korban.
- Moskow menolak seruan untuk gencatan senjata tanpa syarat jangka panjang, sesuatu yang telah diminta Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.508 pada Sabtu (11/4/2026).
Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang pengecualian yang memungkinkan sejumlah negara tetap membeli minyak dan produk petroleum dari Rusia meski berada di bawah sanksi.
Laporan Reuters pada 10 April menyebut langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintahan Donald Trump guna meredam lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, pada 12 Maret, Departemen Keuangan AS telah menerbitkan lisensi sementara yang mengizinkan pembelian minyak Rusia yang masih berada di laut, sebagai upaya menjaga stabilitas pasar energi.
Lisensi tersebut dijadwalkan berakhir pada 11 April, sehingga pembahasan perpanjangan menjadi krusial di tengah ketidakpastian pasokan energi dunia.
Utusan Kremlin, Kirill Dmitriev, yang baru saja melakukan kunjungan ke AS, menyebut kebijakan ini berpotensi membuka akses hingga 100 juta barel minyak mentah Rusia—jumlah yang hampir setara dengan produksi minyak global dalam satu hari.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dilaporkan telah membahas rencana tersebut langsung dengan Trump di Gedung Putih dan menilai langkah itu sebagai opsi yang tepat.
Lonjakan harga minyak dan gas terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas dengan penutupan Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Meski berpotensi menambah pasokan, rencana pelonggaran sanksi ini menuai kritik karena dinilai dapat melemahkan upaya Barat dalam menekan pendapatan Rusia untuk membiayai perang di Ukraina, sekaligus berisiko merenggangkan hubungan dengan sekutu.
Di sisi lain, sekutu Kyiv juga dikabarkan meminta Kyiv menunda serangan terhadap fasilitas minyak Rusia demi mencegah lonjakan harga energi yang lebih tinggi.
Baca juga: Perang AS-Israel Vs Iran Buat Rusia Cuan, Pendapatan Minyak Tembus 9 Miliar Dolar dalam Sebulan
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina resmi meletus pada 24 Februari 2022, ketika Moskow melancarkan invasi skala penuh. Namun, benih konflik telah lama tumbuh, dipicu oleh langkah Kyiv yang semakin mendekat ke Barat, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang dipandang Rusia sebagai ancaman strategis.
Ketegangan memuncak sejak Revolusi Maidan pada 2014, yang menggeser arah politik Ukraina menjadi lebih pro-Barat. Sebagai respons, Rusia mencaplok Krimea dan konflik bersenjata pun pecah di wilayah Donbas, melibatkan pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Moskow.
Situasi mencapai titik balik pada 2022 saat Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer. Rusia berdalih langkah tersebut untuk melindungi warga berbahasa Rusia dan menahan ekspansi NATO, meski tindakan ini menuai kecaman luas dari komunitas internasional.
Sebagai balasan, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi berat terhadap Rusia serta mengucurkan bantuan militer dan finansial kepada Ukraina. Hingga kini, konflik masih berlangsung dan berdampak besar pada ekonomi global serta stabilitas dunia, sementara upaya damai—yang sempat dimediasi Amerika Serikat—kini terhambat akibat eskalasi konflik di kawasan lain.
Di tengah perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, berikut ini perkembangan yang dirangkum dari berbagai sumber:
-
Ukraina Waspada Gencatan Senjata Paskah dari Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUUMP-2354233.jpg)