Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Tanggapi Serius Ancaman Trump, Peskov: Kami Perlu Analisis Mendalam

Rusia menyatakan sikap waspada terhadap pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump.

Tayang:
Kantor Berita Rusia TASS/Sergey Karpukhin
DMITRY PESKOV - Foto Dmitry Peskov diambil dari kantor berita Rusia TASS pada hari Kamis (13/3/2025) yang menunjukkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto ini diambil oleh oleh Sergey Karpukhin pada November 2023. juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan negosiator AS sedang dalam perjalanan menuju Rusia Rusia menyatakan sikap waspada terhadap pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia menyatakan sikap waspada terhadap pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen bagi negara-negara yang tetap membeli produk ekspor Rusia jika tidak tercapai kesepakatan damai terkait perang Ukraina dalam waktu 50 hari. 

Kremlin menyebut pernyataan tersebut sebagai hal yang serius dan menegaskan perlunya analisis mendalam terhadap langkah Washington.

“Kita tentu butuh waktu untuk menganalisis apa yang dikatakan di Washington. Dan jika Presiden Putin menganggapnya perlu, beliau pasti akan berkomentar,” ujar Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam konferensi pers, Selasa (15/7/2025), dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan ini muncul setelah Trump secara terbuka menyampaikan frustrasinya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin

Ia menyebut telah berbicara beberapa kali dengan Putin, namun setelah panggilan telepon yang tampak positif, Rusia tetap melancarkan serangan ke Kyiv. 

"Pada akhirnya, bicara tidak cukup, harus ada tindakan, harus ada hasil," kata Trump, dikutip dari CBS News. 

Peskov juga menyinggung soal langkah-langkah NATO dan AS yang menurutnya tidak mengarah pada penyelesaian konflik, melainkan justru memperpanjangnya.

“Keputusan yang dibuat di Washington, di negara-negara NATO, dan khususnya di Brussels, dianggap oleh pihak Ukraina bukan sebagai sinyal perdamaian, melainkan sinyal untuk melanjutkan perang," jelasnya.

Rusia Masih Terbuka untuk Negosiasi

Meski situasi memanas, Rusia menyatakan tetap membuka pintu dialog dengan Ukraina. 

Baca juga: Trump Ungkap Kekecewaan pada Putin: 4 Kali Gagal Capai Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Ukraina

Peskov mengatakan bahwa Moskow siap melanjutkan negosiasi langsung jika ada sinyal dari Kyiv. 

“Kami menunggu kesiapan dari pihak Ukraina untuk kembali ke meja perundingan,” tegasnya.

Sementara itu, Trump juga mengumumkan kesepakatan baru dengan negara-negara NATO terkait penjualan senjata. 

Ia menyebut AS akan memproduksi senjata yang dibeli oleh negara-negara Eropa, yang selanjutnya akan dikirimkan ke Ukraina guna memperkuat pertahanan mereka. 

“Kami tidak akan menerima pembayaran dari mereka. Kami akan memproduksinya, dan mereka akan membayar,” kata Trump dalam pertemuan dengan Sekjen NATO Mark Rutte.

Rutte sendiri mendukung langkah Trump, menyatakan bahwa Amerika tetap menjadi mitra utama, namun kini beban pendanaan pertahanan Ukraina akan lebih banyak ditanggung oleh negara-negara Eropa. 

“Itu sepenuhnya logis,” ujarnya.

Trump Merasa Dikhianati oleh Putin

Trump tak segan mengungkap kekecewaannya terhadap Presiden Rusia

Ia merasa beberapa kali "dibodohi" setelah berbicara dengan Putin yang kemudian justru melakukan serangan militer. 

Meski begitu, ia menolak menyebut Putin sebagai “pembunuh”, namun menyatakan bahwa pemimpin Rusia itu adalah sosok yang keras dan penuh perhitungan.

"Dia, saya tidak ingin mengatakan dia seorang pembunuh, tapi dia orang yang tangguh," kata Trump.

Trump juga mengaku sempat merasa optimistis terhadap tercapainya kesepakatan damai sebanyak empat kali, namun semua harapan itu sirna karena tindakan Rusia di lapangan.

Ukraina Sambut Baik Komitmen AS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pernyataan di akun media sosialnya, mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump. 

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan AS, dan menyatakan komitmen untuk terus bekerja demi mengakhiri perang.

“Kami membahas langkah-langkah dan solusi yang diperlukan untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi rakyat dari serangan Rusia dan memperkuat posisi kami,” tulis Zelenskyy. 

“Kami siap bekerja seproduktif mungkin untuk mencapai perdamaian," jelasnya.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Donald Trump dan Konflik Rusia vs Ukraina

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved