Sabtu, 9 Mei 2026

Trump Gugat Wall Street Journal soal Kasus Epstein, Tuntut 10 Miliar Dolar

Presiden AS Donald Trump mengguugat Wall Street Journal soal tuduhan hubungan Trump dengan kasus Jeffrey Epstein. Ia menuntut WSJ 10 miliar dolar.

Tayang:
Facebook Donald J. Trump
DONALD TRUMP - Foto ini diambil pada Selasa (11/2/2025) dari publikasi resmi Donald J. Trump pada 20 November 2024 setelah memenangkan Pilpres Amerika Serikat. Pada 18 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump mengguugat Wall Street Journal soal tuduhan hubungan Trump dengan kasus Jeffrey Epstein. Ia menuntut 10 miliar dolar kepada Wall Street Journal. 

Beberapa pengikut Trump yang paling setia menjadi marah setelah pemerintahannya membatalkan janjinya untuk merilis berkas tentang Epstein.

Memo Departemen Kehakiman yang dirilis pada 7 Juli 2025 menyimpulkan Jeffrey Epstein bunuh diri dan mengatakan tidak ada daftar klien yang memberatkan atau bukti bahwa Epstein memeras orang-orang terkemuka.

Setelah ditekan untuk merilis berkas-berkas kasus Epstein, Trump pada hari Kamis (17/7/2025) mengatakan dia mengarahkan Jaksa Agung Pam Bondi untuk meminta pengadilan merilis kesaksian juri agung tentang Epstein.

Pemerintah AS pada hari Jumat mengajukan mosi di pengadilan federal Manhattan untuk membuka segel transkrip dewan juri dalam kasus Epstein dan mantan rekannya Ghislaine Maxwell.

Ghislaine Maxwell divonis bersalah pada tahun 2021 atas lima dakwaan federal terkait perannya dalam pelecehan seksual terhadap anak perempuan di bawah umur yang dilakukan Epstein. 

Maxwell mengajukan banding atas putusan bersalah dan hukuman penjara 20 tahun tersebut ke Mahkamah Agung AS.

"Para pejabat publik, anggota parlemen, pakar, dan warga biasa tetap sangat tertarik dan prihatin dengan kasus Epstein," ujar Wakil Jaksa Agung Todd Blanche dalam dokumen tersebut. 

"Lagipula, Jeffrey Epstein adalah pedofil paling terkenal dalam sejarah Amerika," tambahnya.

Todd Blanche mengatakan jaksa akan bekerja untuk menyunting semua informasi identitas korban sebelum mempublikasikan apa pun.

Terbitnya dokumen dewan juri agung kemungkinan besar tidak memenuhi apa yang diinginkan banyak pendukung Trump, termasuk berkas kasus yang dipegang pemerintah, dan hakim dapat menolak permintaan pemerintah untuk mempublikasikan transkrip tersebut.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved