Jumat, 8 Mei 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Donald Trump Tuding Barack Obama Lakukan Pengkhianatan Terkait Pemilu 2016

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Barack Obama memimpin konspirasi pemilu 2016 dan menyebutnya pengkhianat.

Tayang:
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Facebook The White House
DONALD TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, Sabtu (21/6/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam postingan yang diunggah pada Jumat (20/6/2025). Trump menuduh Barack Obama memimpin konspirasi pemilu 2016 dan menyebutnya pengkhianat. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump menuding pendahulunya, Barack Obama, telah melakukan tindakan pengkhianatan dengan memimpin konspirasi untuk menggagalkan kemenangannya dalam pemilu 2016.

Dalam pertemuan di Gedung Putih bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Selasa (22/7/2025), Trump mengatakan: “Pemimpin geng itu adalah Barack Hussein Obama.”

Ia menambahkan bahwa upaya-upaya untuk menjegal dirinya selama bertahun-tahun merupakan bagian dari “kudeta”.

Al Jazeera melaporkan Trump juga menuduh Obama berupaya mencuri pemilu dan menyebut tindakannya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.

Tuduhan Trump mengacu pada laporan yang dirilis Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard pada 18 Juli 2025.

BBC melaporkan bahwa Gabbard menuduh Obama dan sejumlah pejabat keamanan nasional dari era pemerintahannya telah mempolitisasi informasi intelijen guna menjatuhkan Trump.

Gabbard bahkan menyerukan agar Departemen Kehakiman segera mengajukan tuntutan pidana terhadap Obama karena dinilai terlibat dalam konspirasi pengkhianatan.

Meski begitu, tuduhan tersebut ditolak banyak kalangan.

Senator Demokrat Mark Warner menilai Gabbard telah menyalahgunakan jabatannya dengan menyebarkan teori konspirasi demi kepentingan politik.

BBC juga mengutip juru bicara Obama yang menyebut tuduhan dari Trump dan Gabbard sebagai “upaya lemah untuk mengalihkan perhatian” serta “klaim aneh yang tidak didukung bukti”.

Laporan intelijen AS pada tahun 2017 sebenarnya memang menyatakan bahwa Rusia mencoba memengaruhi pemilu AS melalui operasi disinformasi di media sosial.

Baca juga: Barack Obama dan sang Istri Akhirnya Buka Suara soal Rumor Keretakan Rumah Tangga

Al Jazeera mencatat bahwa tidak ada bukti kuat bahwa Rusia berhasil meretas sistem penghitungan suara atau berkolusi langsung dengan tim kampanye Trump.

Laporan Penasihat Khusus Robert Mueller pada 2019 juga tidak menemukan cukup bukti adanya kolusi antara Trump dan Rusia dalam konteks hukum.

Dalam upaya memperkuat narasinya, Trump bahkan membagikan ulang video buatan kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan Barack Obama ditangkap di Gedung Putih.

Ia menyebut video itu sebagai representasi dari “bukti tak terbantahkan” bahwa Obama adalah otak dari konspirasi pemilu.

Al Jazeera melaporkan bahwa sebagian analis menilai tuduhan Trump sebagai strategi politik untuk menghidupkan kembali isu lama menjelang pemilu 2026, sekaligus mengalihkan perhatian dari berbagai kasus hukum dan kontroversi politik yang masih membayangi dirinya.

(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved