Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Kecam Negara-negara Arab Hanya Melongo Lihat Kelaparan Kritis di Gaza

Hamas kecam diamnya negara-negara Arab atas kasus kelaparan di Gaza yang telah mencapai titik kritis

Tayang: | Diperbarui:
Anews/File
SAYAP MILITER HAMAS - Seorang petempur Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, dalam sebuah parade militer beberapa waktu lalu di Jalur Gaza. Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza telah mencapai titik kritis, dengan kelaparan dan kekurangan gizi merenggut nyawa, Hamas kecam diamnya negara-negara Arab 

TRIBUNNEWS.COM - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza telah mencapai titik kritis, dengan kelaparan dan kekurangan gizi merenggut nyawa, terutama anak-anak di tengah konflik Israel dengan militan Palestina, yakni Hamas.

Kelaparan di Gaza dipicu oleh beberapa faktor yang saling memperburuk, , meliputi blokade dan pembatasan bantuan oleh Israel, serangan militer dan penghancuran infrastruktur termasuk pasar hingga lahan pertanian, pengungsian massal memaksa warga meninggalkan sumber pangannya serta militerisasi bantuan dan kekacauan distribusi.

Dalam tiga hari terakhir, 21 anak meninggal akibat malnutrisi, menurut direktur Rumah Sakit al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, seperti dilansir Al Jazeera. 

Situasi ini memicu seruan mendesak dari Hamas, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dan organisasi kemanusiaan untuk membuka akses bantuan dan mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 59.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.

Rumah sakit di Gaza, termasuk al-Shifa, melaporkan lonjakan kasus malnutrisi.

“Kita sedang menuju angka kematian yang mengkhawatirkan akibat kelaparan,” ujar Abu Salmiya kepada Al Jazeera.

Rachael Cummings dari Save The Children, berbicara dari Deir al-Balah kepada Sky News, menggambarkan situasi pangan sebagai “benar-benar memprihatinkan”.

“Pasar kosong, anak-anak menangis setiap hari karena kelaparan,” katanya.

Hamas mengecam diamnya negara-negara Arab dan Islam atas “genosida sistematis dan kelaparan kriminal” di Gaza, menurut pernyataan yang dikutip Al Jazeera.

Mereka mendesak pemutusan hubungan dengan Israel dan pengusiran duta besarnya, menyoroti truk bantuan yang terhambat di Rafah.

Sekjen PBB Antonio Guterres, seperti dikutip Al Jazeera, menyebut Gaza sebagai “pertunjukan horor dengan tingkat kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Baca juga: 25 Negara Barat Desak Perang Gaza Dihentikan, Isyarat Netanyahu Dikucilkan?

Dalam pidatonya di Dewan Keamanan, ia menyoroti runtuhnya sistem kemanusiaan akibat pembatasan akses, kurangnya keamanan, dan pengungsian paksa.

Serangan tank di kamp Shati dan Deir al-Balah baru-baru ini menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina, termasuk tiga orang di masjid dan rumah, menurut laporan medis yang dikutip Al Jazeera.

Inggris bersama 24 negara lainnya mengeluarkan pernyataan bersama, dilansir Al Jazeera, yang menyerukan gencatan senjata segera dan pembebasan sandera yang ditahan Hamas sejak serangan 7 Oktober 2023.

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy mengumumkan bantuan kemanusiaan £40 juta untuk Gaza, menegaskan bahwa Hamas tidak boleh berperan dalam pemerintahan Gaza.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved