Minggu, 17 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.248: India Kirim Bahan Peledak ke Rusia Meski Terancam Sanksi

India kirim bahan peledak ke Rusia meski terancam sanksi; Ukraina perkuat lembaga antikorupsi, rakyat sipil jadi korban serangan.

Tayang:
Tangkapan Layar Video X/Twitter
Tangkapan Layar Video X/Twitter. Perdana Menteri India, Narendra Modi melawat Moskow pada Senin (9/7/2024). Foto tersebut menunjukkan Presiden Rusia, Putin mengajak PM India Narendra Modi berkeliling istananya. Sebuah perusahaan India mengirimkan bahan peledak senilai 1,4 juta dolar AS ke Rusia pada Desember 2024. 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia vs Ukraina telah berlangsung selama 1.248 hari sejak pertama kali meletus pada 24 Februari 2022.

Konflik antara dua negara bertetangga ini mengalami eskalasi besar sejak Rusia menyerbu Ukraina pada Februari 2024.

Dikutip dari laporan The Guardian, sebuah perusahaan India mengirimkan bahan peledak senilai 1,4 juta dolar AS ke Rusia pada Desember 2024.

Senyawa yang dikirim, HMX/octogen, digunakan dalam hulu ledak rudal, motor roket, dan bom.

Pemerintah AS menyatakan bahwa HMX/octogen merupakan komponen penting dalam upaya perang Rusia.

Washington telah memperingatkan India bahwa ekspor produk terkait militer ke Rusia berisiko terkena sanksi.

Di sisi lain, Ukraina terus memperkuat fondasi hukumnya di tengah konflik yang berkepanjangan.

Badan Antikorupsi Ukraina, NABU, menyatakan RUU baru yang diajukan ke parlemen pada Kamis (24/7/2025) memulihkan kewenangan prosedural dan jaminan independensi bagi NABU dan SAPO.

RUU tersebut didesak segera disahkan guna mencegah ancaman tuntutan pidana terhadap lembaga antikorupsi.

Selengkapnya, inilah update perang Rusia vs Ukraina yang telah memasuki hari ke-1.248.

RUU Baru Perkuat NABU dan SAPO

Baca juga: Ribuan Berunjuk Rasa di Ukraina saat Zelenskyy Tandatangani RUU yang Melemahkan Lembaga Anti-Korupsi

Badan Antikorupsi Ukraina, NABU, menyatakan RUU baru yang diajukan ke parlemen pada Kamis (24/7/2025) memulihkan kewenangan prosedural dan jaminan independensi bagi NABU dan SAPO.

NABU bertugas menyelidiki kasus korupsi, sementara SAPO menuntutnya di pengadilan.

Dalam pernyataan resmi, NABU menyebut kedua lembaga ikut menyusun RUU tersebut.

NABU mendesak parlemen segera mengesahkan inisiatif presiden secara menyeluruh.

RUU ini dinilai penting untuk mencegah tuntutan pidana terhadap NABU dan SAPO.

UE Sambut Pemulihan Otonomi Lembaga Antikorupsi Ukraina

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved