Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Bangun Antena Raksasa Diameter 1,6 Km di Kaliningrad, Komunikasi NATO Terancam Bobol Tersadap
Antena berdiameter 1,6 km di Kaliningrad diharapkan menjadi pusat intelijen elektronik Rusia yang mampu menyadap komunikasi NATO
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Bidang antena ini dikembangkan hanya 25 kilometer dari perbatasan Polandia.
Kawasan hutan yang dulunya lebat telah digantikan dengan susunan antena berbentuk cincin konsentris, membentuk Circularly Disposed Antenna Array (CDAA) atau dikenal sebagai sistem “Wullenweber” yang diperkenalkan pada era Perang Dingin untuk intersepsi radio global.
Tujuh cincin antena sudah terlihat dalam citra satelit komersial, dengan keseluruhan lokasi diperkirakan mencapai diameter 1,6 kilometer, menjadikannya salah satu CDAA terbesar sejak runtuhnya Uni Soviet.
Beroperasi pada frekuensi sangat rendah (VLF) dan rendah (LF), susunan ini dirancang untuk mendeteksi, menemukan, dan mencegat sinyal dalam radius ribuan kilometer, yang memungkinkan Moskow untuk mempertahankan kontak dengan kapal selam rudal balistik di Laut Baltik.
Pada saat yang sama, antena raksasa ini dapat memetakan, melacak, dan mengeksploitasi komunikasi taktis NATO, mengungkapkan posisi pasukan darat, sistem pertahanan udara, dan bahkan jet tempur siluman yang masih menghasilkan emisi yang dapat dideteksi.
Analis Barat khawatir kalau integrasi sistem jaringan antena dengan brigade rudal Iskander-M, sistem pertahanan pantai Bastion-P dan resimen pertahanan udara S-400 di Kaliningrad akan memberi Rusia kemampuan serangan elektronik terpadu, di mana informasi intelijen yang diperoleh dapat segera digunakan untuk serangan presisi.

Sistem Wullenweber, Latar Belakang dan Konteks Strategis
Sistem Wullenweber merupakan warisan Perang Dingin, ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet membangun fasilitas seperti ini untuk intersepsi global dan penentuan arah sinar.
Dengan menghidupkan kembali dan meningkatkan arsitekturnya, Rusia mengisyaratkan niatnya untuk terus membangun kembali “dinding pendengar elektronik” di sepanjang sisi timur NATO.
Kaliningrad saat ini merupakan salah satu zona paling termiliterisasi di Eropa, dipenuhi rudal Iskander-M, lokasi penyimpanan nuklir, dan markas utama Armada Baltik Rusia.
Kini, penambahan fasilitas SIGINT raksasa ini memperkuat perannya sebagai benteng intelijen terdepan Moskow, yang menargetkan Polandia, negara-negara Baltik, dan infrastruktur komando NATO di utara.
Perkembangan ini terjadi saat Rusia meningkatkan operasi hibrida termasuk serangan siber, pengacauan GPS di Skandinavia, dan kampanye disinformasi—yang menunjukkan bahwa Moskow mengoordinasikan alat "dominasi elektronik" untuk menyaingi keunggulan konvensional NATO.
Dengan menggabungkan konsep Perang Dingin dengan pemrosesan sinyal berbasis AI, Rusia mengadaptasi doktrin spionasenya untuk era komunikasi 5G, jaringan satelit militer, dan peperangan drone otonom.
Implikasi bagi NATO dan Keamanan Regional
Bagi NATO, kompleks antena Kaliningrad merupakan tantangan langsung terhadap kerahasiaan operasional dan ketahanan komunikasi di Eropa Timur.
Para analis memperingatkan bahwa hal itu dapat menyadap komunikasi yang dienkripsi, mengidentifikasi kelemahan dalam jaringan aman NATO, dan memungkinkan Rusia untuk melancarkan serangan siber awal atau gangguan selama krisis.
Pusat intelijen ini juga berisiko memberi Moskow kemampuan untuk melacak kelompok kapal induk NATO, jet tempur siluman, dan sistem pertahanan rudal, sehingga mengikis keunggulan militer Barat di kawasan Baltik dan sekitarnya.
Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelensky: Ukraina Kini Gunakan Senjata Buatan Sendiri untuk Serang Rusia, Tidak Perlu Izin Amerika |
---|
Perang Chechnya dan Georgia, Sinyal Kalau Perdamaian dengan Ukraina Cuma Angin Lalu Buat Rusia |
---|
BBM Langka di Rusia, Kebakaran Kilang Minyak Rostov Padam Seminggu Seusai Serangan Drone Ukraina |
---|
Analisis Kolonel AS Drama Rusia-Ukraina Justru di Ambang Perang, Putin Anti Lihat Wajah Zelensky |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.