Sabtu, 30 Agustus 2025

Top Rank

10 Negara yang Batasi Penggunaan Ponsel pada Anak, Ada Prancis hingga Australia

Berbagai negara mulai memberlakukan pembatasan ketat penggunaan ponsel pada anak-anak.

hasil olah kecerdasan buatan (AI) Gemini
ANAK BERMAIN PONSEL - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI) Gemini, Jumat (29/8/2025), memperlihatkan ilustrasi anak bermain ponsel. Berikut ini 10 negara yang telah mengambil langkah tegas untuk membatasi penggunaan ponsel pada anak 

TRIBUNNEWS.COM - Di era digital saat ini, ponsel pintar menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk anak-anak.

Namun, penggunaan ponsel yang berlebihan di kalangan anak-anak dan pelajar menimbulkan kekhawatiran.

Mulai dari gangguan konsentrasi saat belajar hingga dampak negatif pada kesehatan mental.

Berbagai negara pun mulai memberlakukan pembatasan ketat penggunaan ponsel di lingkungan sekolah untuk menjaga keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata.

Tidak hanya itu, pembatasan ini diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Berikut ini, 10 negara yang telah mengambil langkah tegas untuk membatasi penggunaan ponsel pada anak, dengan berbagai kebijakan inovatif yang bertujuan memajukan kualitas pendidikan dan kesehatan mental anak.

10 Negara yang Batasi Penggunaan Ponsel pada Anak

1. Prancis

Sejak 2018, Prancis melarang penggunaan telepon seluler di sekolah dasar dan menengah. 

Pada 2024, pemerintah memperluas larangan ini melalui uji coba "jeda digital" di hampir 200 sekolah, melibatkan 50.000 siswa, dikutip dari Euro News. 

Program ini bertujuan mengurangi kekerasan dan pelecehan daring, meningkatkan fokus belajar, serta menumbuhkan kesadaran akan penggunaan perangkat digital yang rasional. 

2. Luksemburg

Mulai Paskah 2025, telepon pintar dilarang di sekolah dasar untuk anak di bawah 11 tahun. 

Baca juga: 10 Negara Terbaik untuk Membesarkan Anak: Belanda Peringkat 1, Swiss Punya Kualitas Hidup Tinggi

Di sekolah menengah, siswa wajib menjaga "jarak fisik" dengan ponsel mereka selama kelas, dan sekolah dapat menetapkan aturan tambahan. 

Menteri Pendidikan Claude Meisch menegaskan pentingnya keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata melalui aturan yang jelas di rumah, sekolah, dan masyarakat.

“Saya prihatin dengan dampak penggunaan ponsel pintar dan media sosial yang berlebihan terhadap anak-anak kita,” kata Menteri Pendidikan Luksemburg, Claude Meisch, dalam sebuah pernyataan.

"Yang penting adalah keseimbangan yang tepat antara dunia digital dan kehidupan nyata... Untuk mencapai keseimbangan ini, kita membutuhkan aturan yang jelas. Di rumah, di sekolah, dan di masyarakat kita," tambahnya.

3. Inggris

Ormiston Academies Trust mengatakan kepada BBC, mulai melarang ponsel pintar untuk sekitar 35.000 murid di 42 sekolah negeri guna memerangi dampak buruk kesehatan mental akibat terlalu lama di depan layar. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan