Konflik Thailand Vs Kamboja
Telepon ke Hun Sen Bikin PM Thailand Terancam Lengser, Paetongtarn Shinawatra Hadapi Sidang Etik
PM Thailand Paetongtarn Shinawatra terancam lengser akibat telepon ke Hun Sen. Mahkamah Konstitusi segera putuskan nasibnya.
Dalam percakapan tersebut, Paetongtarn menyebut Hun Sen sebagai “paman” dan mengkritik Komandan Wilayah Militer II Thailand.
PM Thailand itu menyebutnya “hanya ingin terlihat keren” dan “tidak berguna bagi bangsa”.
Ia juga menyatakan generasi baru seperti dirinya dan Hun Manet (PM Kamboja saat ini) harus mencegah perang antar negara.
3. Hun Sen Merilis Rekaman Lengkap
Hun Sen mengonfirmasi keaslian rekaman dan merilis versi penuh untuk menghindari kesalahpahaman.
Ia menyebut Paetongtarn sempat menuduhnya berpolitik tidak profesional beberapa jam setelah percakapan.
4. Reaksi Politik di Thailand
Sebanyak 36 senator mengajukan petisi ke Mahkamah Konstitusi.
Baca juga: Isi Percakapan Telepon yang Buat PM Thailand Ditangguhkan, Politikus Kamboja Hun Sen Dipanggil Paman
Mereka menuduh Paetongtarn melanggar etika dan konstitusi karena gaya bicara yang dianggap terlalu akrab dan merendahkan militer1.
5. Penangguhan Jabatan PM Thailand
Pada 1 Juli 2025 Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan untuk menangguhkan sementara jabatan Paetongtarn sebagai Perdana Menteri Thailand selama proses sidang berlangsung.
Wakil PM Suriya Juangroongruangkit ditunjuk sebagai pengganti sementara ketika Paetongtarn diskors.
6. Demo Besar-besaran
Skandal ini memicu demonstrasi di Bangkok.
Lebih dari 10.000 warga turun ke jalan menuntut transparansi dan mempertanyakan kedekatan keluarga Shinawatra dengan elite Kamboja.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Thailand-Paetongtarn-Shinawatra-menyampaikan-permintaan-maaf.jpg)