Kremlin Tepis Tuduhan Trump soal 'Aliansi' Rusia, China, dan Korea Utara
Kremlin tanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang tuduh Rusia, China, Korea Utara berkonspirasi untuk lawan AS, saat hadiri parade militer China.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Rusia melalui Kremlin menanggapi cuitan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di media sosial Truth Social yang menuding Rusia, China, dan Korea Utara tengah berkonspirasi melawan AS.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pihaknya berharap Trump tidak serius dengan pernyataan tersebut.
"Tidak ada yang merencanakan rencana semacam itu," kata Dmitry Peskov kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).
Ajudan Presiden Rusia, Yury Ushakov, juga menegaskan hal serupa.
"Tidak ada yang merencanakan konspirasi di sini. Saya dapat meyakinkan Anda semua orang tahu peran Amerika Serikat, pemerintahan Trump, dan presiden secara pribadi dalam urusan internasional terkini," ujar Yury Ushakov kepada jurnalis Pavel Zarubin pada hari Rabu.
"Lagipula, tidak ada yang memikirkan hal itu, tidak satu pun dari ketiga pemimpin ini yang memilikinya," tambahnya, merujuk pada Putin, Xi Jinping, dan Kim Jong Un.
"Semua orang memahami peran Amerika Serikat, pemerintahan Presiden Trump saat ini, dan Presiden Trump secara pribadi dalam pengaturan internasional saat ini," sebagaimana dikutip dari video yang diunggah Zarubin di Telegram, dilaporkan Russia Today.
Parade Militer di China
Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Presiden China Xi Jinping menghadiri parade militer di Beijing untuk memperingati 80 tahun penyerahan Jepang dalam Perang Dunia II pada Rabu, 3 September 2025.
Trump, yang tidak hadir dalam acara tersebut, melontarkan cuitan bernada sindiran di platform media sosial Truth Social.
"Semoga Presiden Xi dan rakyat China yang luar biasa merayakan hari yang meriah dan abadi. Sampaikan salam hangat saya kepada Vladimir Putin dan Kim Jong Un, saat kalian berkonspirasi melawan Amerika Serikat," tulisnya melalui akun @realDonaldTrump.
Baca juga: Foto Parade Militer China: Putin, Xi Jinping, Kim Jong Un Jalan Beriringan
Dalam postingan lain, Trump menyinggung kontribusi AS pada Perang Dunia II untuk kebebasan China.
"Pertanyaan besar yang harus dijawab adalah apakah Presiden Xi dari China akan menyebutkan besarnya dukungan dan 'darah' yang diberikan Amerika Serikat kepada China untuk membantunya mengamankan KEBEBASANnya dari penjajah asing yang sangat tidak bersahabat," tulis Trump.
"Banyak warga Amerika gugur dalam perjuangan China meraih Kemenangan dan Kejayaan. Saya berharap mereka dihormati dan dikenang atas Keberanian dan Pengorbanan mereka!" lanjutnya.
Pertemuan Putin dan Kim Jong Un
Di sela parade militer di China, Putin mengundang Kim Jong Un untuk melakukan pertemuan khusus.
Menurut pernyataan resmi Kremlin, keduanya akhirnya bertatap muka setelah acara selesai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PUT1N-XI-K1M-di-Ch1na-555.jpg)