Benarkah Kamboja Sukses Menangkal Separuh Kasus Penipuan Siber?
Kamboja mengklaim telah membongkar kompleks penipuan siber yang menjadikan negara itu menjadi pusat penipuan global. Namun, analis…
“Untuk membongkar industri penipuan, Kamboja harus memiliki kemauan untuk menindak para pelaku dari kalangan elit,” kata Jacob Sims, visiting fellow di Harvard University Asia Center, kepada DW.
Ia menambahkan bahwa ada daftar panjang elit penguasa yang selama bertahun-tahun telah melindungi, menampung, atau bahkan turut terlibat dalam kejahatan tersebut tanpa pernah menghadapi konsekuensi hukum. “Setiap upaya yang benar-benar serius untuk membongkar industri ini seharusnya dimulai dari sana,” kata Jacob.
Para analis mengatakan bahwa para operator penipuan online sering mendapat peringatan terlebih dulu sebelum penggerebekan dilakukan. Mereka lantas memindahkan para pekerja dan peralatan sebelum polisi tiba. Para pelaku industri penipuan membagi operasi ke lokasi yang lebih terpencil, serta membiarkan pekerja di level bawah ditangkap sementara tokoh yang lebih senior meloloskan diri.
“Para pemain level atas di industri ini sedang berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi baru di Kamboja dan menunggu pemerintah Kamboja menyatakan bahwa misinya telah selesai secepat mungkin sehingga mereka bisa membentuk situasi normal yang baru,” kata Jason.
Artikel pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Joan Rumengan
Editor: Tezar Aditya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle75435404_403.jpg.jpg)