Sabtu, 11 April 2026
Deutsche Welle

Balen: Dari Sosok Pemberontak Menjadi Perdana Menteri Nepal

Lompatan bersejarah Balendra “Balen” Shah dari jalanan Kathmandu menuju kekuasaan nasional menandai perubahan dramatis dalam politik…

Deutsche Welle
Balen: Dari Sosok Pemberontak Menjadi Perdana Menteri Nepal 

"Kemenangan telak RSP sebagian besar berpusat pada Balen,” kata analis politik Krishna Khanal kepada DW.

"Begitu partai itu mempresentasikannya sebagai kandidat perdana menteri, dampaknya terhadap pemilih sangat kuat,” lanjut Khanal.

Lanskap politik Nepal sebenarnya telah berubah jauh sebelum pemungutan suara. September lalu, sebuah "gerakan Gen Z” berskala nasional yang dipicu kemarahan terhadap korupsi dan buruknya tata kelola pemerintahan, memaksa perdana menteri saat itu, KP Sharma Oli, untuk mundur. Presiden Ram Chandra Paudel kemudian menunjuk pemerintahan sementara sebagai penggantinya.

Saat itu, banyak aktivis awalnya mendorong Balen untuk memimpin pemerintahan sementara tersebut.

"Namun, ketika ia justru mendukung mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki, popularitasnya semakin meningkat,” kata Khanal.

Langkah ini dipandang sebagai manuver taktis yang memungkinkan Balen menghindari peran kepemimpinan secara langsung, dan fokus pada pemilu.

Menantang dominasi kelompok lama

Banyak pengamat memperkirakan Balen akan maju sebagai calon anggota parlemen dari Kathmandu, tempat ia membangun dukungan kuat selama menjabat sebagai wali kota. Namun, ia justru mengumumkan pencalonannya dari daerah pemilihan Jhapa 5, sekitar 330 kilometer di timur ibu kota.

Selama beberapa dekade, distrik tersebut dikenal sebagai basis politik mantan perdana menteri KP Sharma Oli. Sebelum pemilu ini, Oli telah mengikuti tujuh pemilihan di berbagai daerah pemilihan di Jhapa dan memenangkan enam di antaranya. Ia juga pernah menjabat empat kali sebagai perdana menteri Nepal.

Namun, lanskap politik berubah setelah protes gen Z.

Ketika suara dihitung, Balen meraih kemenangan telak dengan 68.348 suara, mengalahkan Oli yang memperoleh 18.734 suara.

Menurut analis Krishna Khanal, hasil tersebut menegaskan meningkatnya frustrasi publik terhadap kekuatan politik arus utama. "Masyarakat sudah lelah dengan partai-partai lama karena kinerja mereka yang buruk dan citra korup yang melekat,” ujarnya.

Perjalanan politik yang singkat

Dibandingkan dengan tokoh-tokoh politik senior di Nepal, kenaikan Balen terbilang sangat cepat. Ia memasuki politik elektoral pada pemilihan lokal 2022, dengan mencalonkan diri sebagai kandidat independen untuk Wali Kota Kathmandu. Mengalahkan kandidat dari partai-partai besar, ia menang dan menjadi wali kota independen pertama di ibu kota tersebut.

Selama masa jabatannya, sejumlah inisiatif mendapat sambutan publik, termasuk reformasi di sekolah komunitas, program beasiswa, pengelolaan parkir, serta upaya pelestarian situs-situs warisan arkeologis.

Namun, laporan kinerja dari National Natural Resources and Fiscal Commission menempatkan Kathmandu di posisi terbawah di antara enam kota metropolitan di Nepal, berdasarkan indikator seperti pengelolaan anggaran dan efisiensi administrasi. Meski begitu, para analis menilai gaya kepemimpinan Balen yang turun langsung ke lapangan membantu menjaga daya tariknya di mata publik.

"Banyak pemilih muda menilai politisi bukan dari prinsip politiknya, tetapi dari tindakan yang terlihat,” kata Khanal.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved