Selasa, 14 April 2026
Deutsche Welle

Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur Imbas Perang Iran

Dalam surat pengunduran dirinya, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS (NCTC) Joe Kent mendesak Donald Trump untuk tidak terpengaruh…

Deutsche Welle
Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur Imbas Perang Iran 

Kent kemudian menjauhkan diri dari sebagian hubungan politiknya di kalangan tersebut dan mengeklaim menolak segala bentuk "rasisme dan fanatisme,” tapi ia tetap mengulang klaim keliru mengenai hasil pemilu 2020 dan peristiwa 6 Januari.

Sebelum mundur, Kent dianggap sebagai salah satu loyalis Trump dengan posisi tertinggi di dalam pemerintahan.

Kritik intervensi AS di luar negeri dan terlibat dalam upaya melawan kartel narkoba

Setelah pensiun dari militer pada 2018, Kent bekerja sebagai perwira paramiliter di Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Ia kerap tampil di jaringan televisi kabel konservatif dan berbagai podcast, baik sebelum maupun selama pencalonannya dalam pemilu Kongres pada 2022 dan 2024. Ia juga pernah menjadi penasihat kontraterorisme dalam kampanye pemilihan kembali Trump pada 2020.

Pada 2019, Kent secara terbuka mengkritik apa yang disebut sebagai "perang melawan teror” serta intervensi global AS. Pernyataan itu muncul setelah istri pertamanya, Shannon Smith, seorang kriptolog Angkatan Laut AS, tewas akibat serangan bom bunuh diri kelompok ISIS di Suriah.

"Itulah sebabnya saya bersikap skeptis terhadap pemerintah federal,” kata Kent mengenai kematian Smith. Ia mengatakan istrinya meninggal karena "Partai Republik dan Demokrat terus-menerus berbohong kepada rakyat AS untuk mempertahankan keterlibatan kita dalam perang di luar negeri.”

Merasa muak dengan apa yang ia sebut sebagai "keangkuhan” kebijakan intervensi AS yang didorong oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kematian personel militer AS, Kent kemudian mengalihkan fokusnya pada kartel narkoba.

Di bawah kepemimpinan Gabbard, Kent ikut berperan dalam menyusun analisis intelijen yang digunakan untuk membenarkan deportasi anggota geng dari Amerika Selatan berdasarkan Alien Enemies Act tahun 1798, dengan mengaitkan jaringan penyelundup narkoba dengan pemimpin Venezuela saat itu, Nicolas Maduro.

Trump menyoroti peran tersebut ketika menominasikan Kent sebagai direktur NCTC pada Februari 2025.

"Joe akan membantu menjaga keamanan AS dengan memberantas semua bentuk terorisme, mulai dari kelompok jihadis di seluruh dunia hingga kartel yang beroperasi di wilayah kita sendiri,” kata Trump saat itu.

NCTC dibentuk setelah serangan teroris 9/11 pada 2001 di AS untuk menganalisis dan mendeteksi ancaman terorisme. Salah satu tugas lembaga ini adalah mengelola daftar pengawasan teroris milik pemerintah AS.

Trump: Kent lemah dalam urusan keamanan

Trump menanggapi kabar pengunduran diri Joe Kent saat berbicara kepada wartawan dalam resepsi Hari Saint Patrick di Gedung Putih.

Setelah mengakui telah membaca surat pengunduran diri Kent, Trump mengatakan bahwa ia "tidak terlalu mengenalnya.”

"Saya selalu menganggap dia orang yang baik,” kata Trump. "Tapi, saya juga selalu merasa dia lemah dalam urusan keamanan, sangat lemah dalam urusan keamanan.”

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rivi Satrianegara
Editor: Tezar Aditya Rahman

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved