Apakah minum air panas di pagi hari benar-benar baik untuk kesehatan?
Minum air hangat di pagi hari serta sejumlah kebiasaan tradisional berusia berabad-abad belakangan menjadi tren di kalangan orang…
Minat generasi muda yang aktif di media sosial terhadap kiat-kiat gaya hidup tradisional China mencerminkan tren sosial yang berkembang, menurut Shyama Kuruvilla, Direktur Pusat Pengobatan Tradisional Global di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Bahkan di Eropa, telah ada studi berbasis populasi... salah satunya di Jerman menunjukkan bahwa 70% populasi, atau bahkan lebih, menggunakan beberapa bentuk pengobatan integratif komplementer tradisional. Dan di beberapa negara, seperti China dan India, angkanya bisa lebih dari 90%," ujarnya.
Beberapa pendukung gaya hidup lawas ini tidak mempercayai pengobatan modern, sebuah pola pikir yang diyakini dipicu oleh pandemi Covid.
Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan, kepercayaan terhadap dokter dan rumah sakit turun dari lebih dari 70% pada tahun 2020 menjadi sekitar 40% pada tahun 2024 di antara mereka yang disurvei.
Ada pula kelompok orang yang kekurangan akses ke pengobatan biomedis lantas menggunakan pengobatan tradisional sebagai alternatif yang lebih murah.
Beberapa orang lainnya tertarik pada pengobatan tradisional karena menawarkan pendekatan yang personal dan holistik. Kebiasaan seperti minum air hangat dapat menjadi titik masuk ke dalam sistem kesehatan yang mendorong keseimbangan pikiran, tubuh, dan lingkungan.
Sistem ini juga memiliki makna budaya, spiritual, dan historis yang mendalam bagi banyak orang.
"Banyak praktisi pengobatan tradisional, komunitas adat, akan mengatakan, 'kami telah menggunakan ini selama ribuan tahun... kami telah melihat bahwa ini membantu orang,'" kata Kuruvilla.
Pusat Pengobatan Tradisional Global WHO mengevaluasi bukti untuk memberikan panduan kepada pembuat kebijakan dan pasien.
Ini adalah tugas yang sangat besar, dengan saat ini kurang dari 1% pendanaan penelitian kesehatan global dihabiskan untuk penelitian pengobatan tradisional, katanya.
"Ada kebutuhan besar untuk meningkatkan basis bukti," ujar Kuruvilla.
Sebelum mencoba pengobatan tradisional, seseorang harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan mereka untuk memeriksa apakah itu aman dalam konteks perawatan kesehatan mereka secara keseluruhan, kata pakar WHO tersebut.
Tetapi bagaimana dengan minum air hangat? Meskipun WHO tidak memiliki panduan khusus, Kuruvilla mengatakan itu tergantung pada seberapa suhu airnya, berapa banyak air yang Anda minum, dan kondisi kesehatan apa yang Anda miliki.
Ini semua tentang... bukti dan keseimbangan," ucapnya.
Apa kata sains?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesia07d62670-1ef2-11f1-8cb7-433d6fa8d367.png.jpg)