Sabtu, 11 April 2026

Mohamed Salah: Perjalanan karier 'si Raja Mesir' dari Nagrig ke Liverpool

Jejak Mohamed Salah ada di mana-mana, anak-anak nampak berlarian mengenakan kaus Liverpool dan Mesir dengan nama dan nomor punggung…

BBC Indonesia
Mohamed Salah: Perjalanan karier 'si Raja Mesir' dari Nagrig ke Liverpool 

Jejak Salah ada di mana-mana, anak-anak nampak berlarian mengenakan kaus Liverpool dan Mesir dengan nama dan nomor punggung sang pemain.

Bahkan ada mural Salah di luar sekolah lamanya. Sebuah kendaraan, yang melaju kencang sambil membunyikan klakson, menampilkan stiker besar bergambar wajah Salah yang sedang tersenyum.

Di jantung Kota Nagrig terdapat toko pangkas rambut, tempat Salah remaja biasa memotong rambutnya setelah latihan.

"Saya yang memberinya gaya rambut keriting dan janggut itu," ucap Ahmed El Masri.

"Teman-temannya menyuruhnya untuk tidak memotong rambutnya di sini karena kami berasal dari desa, bukan kota, tapi dia selalu datang kepada saya. Keesokan harinya teman-temannya akan terkejut (melihat berapa keren penampilannya) dan bertanya 'siapa tukang pangkas rambutmu?'."

Tukang cukur itu mengenang bagaimana ia melihat kemampuan Salah saat bermain di pusat pelatihan pemuda dan di jalanan desa.

"Hal yang paling saya ingat adalah ketika kami semua bermain PlayStation, Salah selalu memilih Liverpool," tambahnya. "Anak-anak lain akan memilih Manchester United atau Barcelona, tapi dia selalu Liverpool."

"Semua anak muda yang sekarang tinggal di desa ingin seperti dia."

Salah ditempa selama enam tahun di klub yang berbasis di Kairo, Arab Contractors, yang juga dikenal sebagai Al Mokawloon. Dia bergabung di klub itu pada usia 14 tahun.

Kisah Salah yang diizinkan meninggalkan sekolah lebih awal demi perjalanan pulang-pergi selama berjam-jam untuk berlatih dan bermain dengan Arab Contractors telah menjadi legenda di Mesir.

Dibentuk oleh perjalanan bus

Beberapa penumpang di dalam mobil van Suzuki kecil berkapasitas tujuh orang di pinggiran Nagrig mulai merasa gelisah. Mobil itu tak kunjung berangkat.

"Apakah mereka jadi ikut atau tidak?"

Transportasi itu bukanlah layanan angkutan yang beroperasi sesuai jadwal. Sopir hanya berangkat ketika mobil sudah penuh.

Ketika berusia remaja, halte bus inilah yang menjadi tempat Salah memulai perjalanan panjangnya menuju tempat pelatihan di Arab Contractors.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved