Jumat, 10 April 2026
Deutsche Welle

Setelah Mengorbit Bulan, Artemis II Memulai Perjalanan Pulang

Keempat astronaut Artemis II pernah mencapai titik terjauh dari Bumi yang belum pernah dicapai manusia lain sebelumnya. Setelah menyaksikan…

Deutsche Welle
Setelah Mengorbit Bulan, Artemis II Memulai Perjalanan Pulang 

Setelah melihat kawah bulan, gerhana matahari, hingga mengalami gangguan komunikasi, awak misi Artemis II Badan Antariksa AS (NASA) telah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan yang begitu menegangkan. Kini, mereka bersiap untuk kembali ke Bumi.

Sebelumnya, keempat astronaut Jeremy Hansen, Christina Koch, Reid Wiseman, dan Victor Glover menghabiskan hari-hari mereka di dalam kapsul antariksa, Orion, mengamati detail struktur permukaan Bulan. Mereka juga mendeskripsikan kilatan cahaya yang dipicu oleh hantaman meteorit hingga turut menyaksikan gerhana matahari saat Bulan melintas di depan Matahari.

Luar angkasa yang mengagumkan dan antusiasme di Bumi

"Sampai sekarang rasanya masih seperti mimpi," demikian komentar anggota kru Glover tentang pengalamannya. "Sangat sulit untuk dijelaskan," tambahnya. "Rasanya luar biasa sekali." Astronaut Reid Wiseman bahkan sampai minta ‘20 kata superlatif baru’ dari pusat kendali di Bumi supaya bisa menjelaskan fenomena yang mereka lihat.

Di Pusat Kontrol NASA di Bumi, suasana pun penuh antusiasme. "Tidak bisa saya jelaskan betapa banyaknya temuan ilmiah yang telah kami peroleh," kata Kelsey Young, ilmuwan utama misi bulan tersebut, lewat komunikasi radio dari stasiun darat ke kapsul Orion yang membawa empat astronaut tersebut.

Ia memuji pengamatan yang dilakukan para astronaut. "Hari ini, mereka benar-benar telah membawa kita lebih dekat ke Bulan dan kami tidak bisa cukup berterima kasih kepada mereka."

40 menit tanpa kontak

Selama mengelilingi satelit Bumi, para astronaut harus berjuang sendiri selama 40 menit. Di sisi yang menghadap jauh dari Bumi, tidak ada lagi kontak dengan stasiun darat. Jeda ini telah direncanakan karena sinyal radio tidak dapat mencapai sisi tersebut.

"Saya berdoa singkat, kemudian saya lanjut bertugas," kata astronaut Glover menanggapi momen istimewa tersebut. Rasa lega juga terdengar dari astronaut lainnya, Koch, saat kapsul telah keluar dari zona tanpa sinyal, "Kami akan selalu memilih Bumi, kami akan selalu memilih satu sama lain," kata Koch setelah koneksi kembali terjalin.

Beberapa jam sebelumnya, keempat astronaut misi Bulan itu telah mencetak rekor. Mereka menjauh dari Bumi ke titik yang belum pernah dicapai manusia sebelumnya. Rekor sebelumnya sejauh 400.171 kilometer dari Bumi dicetak oleh misi Apollo-13 pada tahun 1970. Kru Artemis II mencapai jarak sejauh 406.778 kilometer dari Bumi dalam perjalanan mereka ke Bulan.

Sebuah kawah yang dinamai Carroll

Ada juga momen yang mengharukan selama misi Artemis II. Keempat astronaut tersebut menamai sebuah kawah di Bulan dengan Carroll Taylor Wiseman, mendiang istri sang komandan misi, Reid Wiseman.

"Itu adalah titik terang di Bulan," kata astronaut asal Kanada, Hansen, dengan suara terisak saat upacara penamaan kawah disiarkan langsung saat mereka mengorbit Bulan, "Dan kami menamainya Carroll.” Pada waktu-waktu tertentu saat bulan melintasi langit Bumi, kawah tersebut dapat terlihat.

Komandan Wiseman meneteskan air mata, begitu pula rekan-rekan seperjalanannya. Keempat astronaut itu saling berpelukan, sementara di Pusat Kontrol di Houston hening selama satu menit.

Carroll Taylor Wiseman meninggal karena kanker pada tahun 2020. Suaminya, Reid Wiseman, seorang mantan pilot Angkatan Laut dan pilot pesawat uji coba AS, yang sejak ditinggal sang istri menjadi orang tua tunggal bagi kedua putrinya.

Empat hari lagi sampai ke Bumi

Kini, kapsul Orion telah memulai perjalanan pulang ke Bumi yang diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari. Perjalanan ini dilakukan melalui jalur kembali yang bebas - pesawat ruang angkasa akan kembali ke jalur menuju Bumi melalui lintasan berbentuk angka delapan besar, hanya dengan memanfaatkan gravitasi Bulan dan tanpa dorongan tambahan.

Keempat astronaut berangkat pada hari Rabu (01/04) dari Pusat Antariksa Kennedy di negara bagian Florida, Amerika Serikat, untuk memulai perjalanan bersejarah mereka. Artemis II adalah misi berawak pertama menuju bulan setelah misi terakhir, Apollo, lebih dari 50 tahun lalu.

Bagi Glover, Koch, dan Wiseman, ini adalah penerbangan kedua ke luar angkasa, sedangkan bagi Hansen ini adalah penerbangan pertamanya. Koch adalah perempuan pertama, Glover adalah orang kulit berwana pertama, dan Hansen adalah orang Kanada pertama yang mengorbit bulan dalam misi tersebut.

NASA menargetkan pendaratan di Bulan berikutnya pada tahun 2028. Terakhir kali astronaut AS mendarat di bulan adalah pada tahun 1972 dengan Apollo 17. Setelah itu, program yang memakan biaya besar tersebut dihentikan. Pesaingnya, Cina, merencanakan pendaratan di Bulan pada tahun 2030.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Ayu Purwaningsih

Sumber: Deutsche Welle
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved