Tolak Gencatan Senjata Trump, Iran: Retorika Arogan
Gencatan senjata ditolak Teheran yang ingin akhiri perang permanen. Ancaman kehancuran total dari Trump kian mendekat.
Iran menolak proposal gencatan senjata terbaru yang diusulkan para mediator, seiring upayanya mendorong pengakhiran perang secara permanen.
"Kami tidak akan sekadar menerima gencatan senjata," kata Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, sebagaimana dikutip dari Associated Press. "Kami hanya menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi."
Kantor berita IRNA melaporkan bahwa Teheran telah menyampaikan responsnya kepada mediator Pakistan. Sebagai gantinya, Iran telah membuat 10 tuntutan di antaranya termasuk penghentian konflik di kawasan tersebut, penyusunan protokol untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan upaya rekonstruksi.
Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Tewas dalam Serangan Israel di Teheran
Sementara itu, Israel mengonfirmasi bahwa serangannya telah menewaskan Majid Khademi, kepala intelijen Garda Revolusi Iran dan menegaskan akan menargetkan para pemimpin Iran "satu per satu."
Serangan udara juga menghantam kota Qom dan sejumlah wilayah lain. Hal ini memicu peringatan balasan dari Teheran. Sementara tenggat waktu yang ditetapkan Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz kian mendekat.
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Joan Aurelia Rumengan
Editor: Muhammad Hanafi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle70081776_403.jpg.jpg)