Hal-hal yang Dipertanyakan Hakim di Sidang Air Keras Andrie Yunus
Sidang air keras Andrie Yunus memunculkan banyak tanda tanya, dari soal motif, kemungkinan “operasi khusus”, hingga CCTV markas BAIS…
"Yang mereka siram itu cairan apa?" tanya hakim.
"Cairan pembersih, pengakuan ke kami cairan pembersih karat," jawab Alwi.
"Dicampur dengan?" tanya hakim.
"Air aki mobil," jawab Alwi.
Hakim mengatakan kandungan cairan tersebut perlu dijelaskan di persidangan. Hakim memerintahkan oditur militer untuk menghadirkan ahli kimia di persidangan.
"Itu menjadi tanggung jawab siapa itu, oditur atau penasihat hukum untuk bisa menghadirkan. Saya minta dihadirkan nanti itu yang untuk cairan-cairan ini. Yang aki sama apa tadi, pembersih karat. Nah, itu kalau dicampur itu mengandung apa itu, terus kemudian bagaimana reaksinya kalau kena kulit, kalau baju kena ini. Ahli berarti. Kita perlu ahli itu, ahli di bidangnya. Ahli kimialah ya. Kimia atau ahli air keras itu. Ya, ahli kimialah. Ya itu dari oditur, kayaknya perlu," ujar hakim.
"Siap, Yang Mulia," jawab oditur.
"Sudah terpikirkan ke sana?" tanya hakim.
"Siap, sudah," jawab oditur.
Hakim mengatakan ahli kimia yang bisa menjelaskan reaksi campuran cairan pembersih karat dan aki mobil. Hakim mengatakan reaksi dan tingkat bahaya campuran cairan itu perlu dijelaskan di persidangan.
"Bagaimana kita menentukan itu kandungannya bagaimana, seperti apa, terus kemudian kalau kena kulit bagaimana reaksinya. Apakah ini membahayakan, mematikan, atau tidak. Nah, ini kan yang tahu kan ahli itu, kita kan nggak bisa," kata hakim.
Pertanyakan hubungan terdakwa dengan Andrie Yunus
Alwi menjelaskan kondisi luka gosong hingga menghitam yang dialami Edi dan Budhi. Alwi merupakan personel yang melakukan pendalaman awal terhadap kedua terdakwa pada 17 Maret.
"Kami tanya terus, yang terdakwa I kami curiga, kami suruh buka baju dan kami lihat memang ada luka di sebelah dada kanan menghitam. Terdakwa II yang kami lihat hanya di tangan kanan saja," kata Alwi.
Hakim terus menanyakan apa pengakuan terdakwa saat pendalaman awal itu. Alwi mengatakan para terdakwa mengaku menyiramkan air keras ke Andrie karena kesal dengan peristiwa interupsi rapat tentang RUU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta, yang terjadi pada 2025.
"Apa urusan mereka terhadap Andrie Yunus? Apa urusan mereka dengan RUU TNI? Apa urusan mereka dengan pengajuan judicial review ke MK? Apa korelasi mereka melakukan itu? Kan hanya prajurit Denma," tanya hakim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle76991764_403.jpg.jpg)