Jumat, 8 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS dan Iran Capai Kesepakatan Pembukaan Bertahap Selat Hormuz

kedua negara telah mencapai kesepakatan mengenai pelonggaran blokade laut sebagai imbalan atas pembukaan Selat Hormuz secara bertahap.

Tayang:
Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN
PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Selat yang menjadi jalur penting perdagangan dunia itu dipenuhi ranjau laut yang dipasang Iran dalam perang melawan serangan Amerika Serikat dan Israel. 

AS dan Iran Capai Kesepakatan Pembukaan Bertahap Selat Hormuz
 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mulai menemukan titik temu dalam upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Menurut laporan Al Arabiya, kedua negara telah mencapai kesepakatan mengenai pelonggaran blokade laut sebagai imbalan atas pembukaan Selat Hormuz secara bertahap.

Sumber yang dikutip media tersebut menyebut kapal-kapal yang selama ini tertahan di kawasan itu kemungkinan akan mulai dibebaskan dalam beberapa jam ke depan.

Jalur Minyak Dunia Sempat Lumpuh

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Aktivitas pelayaran di kawasan itu menurun drastis sejak Iran memberlakukan blokade menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Teheran pada 28 Februari lalu.

Situasi tersebut memicu lonjakan harga minyak global ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun dan menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dunia.

Ketegangan di kawasan juga meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global akibat terganggunya distribusi energi internasional.

Kesepakatan Diduga Terkait Proposal Damai 14 Poin

Kesepakatan terbaru ini muncul sehari setelah Gedung Putih menyatakan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Laporan Axios sebelumnya menyebut Washington dan Teheran tengah mendekati kesepahaman terkait memorandum 14 poin untuk mengakhiri perang sekaligus membuka jalan bagi negosiasi lanjutan mengenai program nuklir Iran.

Dalam dokumen tersebut, Iran disebut bersedia melakukan moratorium pengayaan uranium, sementara AS membuka peluang pencabutan sanksi dan pelepasan dana Iran yang selama ini dibekukan.

Kesepakatan itu juga mencakup pencabutan pembatasan pelayaran kapal di Selat Hormuz.

Dalam proposal tersebut, Iran meminta beberapa syarat utama, antara lain:

  • Pencabutan sanksi ekonomi,
  • Pembebasan aset Iran yang dibekukan bernilai miliaran dolar,
  • Penghentian seluruh aksi militer,
  • Penarikan pasukan AS dari sekitar wilayah Iran,
  • Pembayaran reparasi perang,
  • Pembentukan mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz.
  • Iran juga menuntut hak pengayaan uranium tetap diakui sesuai statusnya sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Masih Menunggu Kesepakatan Final

Meski perkembangan diplomatik mulai terlihat, sejumlah poin penting dalam memorandum tersebut masih bergantung pada kesepakatan final antara kedua negara.

Artinya, potensi konflik baru maupun kebuntuan diplomatik masih tetap terbuka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved