Selasa, 2 Juni 2026

Derita anak-anak di Gaza yang mendadak kehilangan kemampuan bicara

Psikoterapis anak, Katrin Glatz Brubakk melakukan perjalanan ke Gaza untuk membantu anak-anak yang menyaksikan kekerasan, kehancuran,…

Tayang:
BBC Indonesia
Derita anak-anak di Gaza yang mendadak kehilangan kemampuan bicara 

Kekerasan, kehancuran, dan kematian di Gaza membuat sejumlah anak merespons penderitaan yang luar biasa itu dengan diam.

Salah satunya adalah Adam. Sebelum perang terjadi, Adam adalah anak yang ceria dan banyak bicara. Namun saat usianya menginjak lima tahun, dia mendadak berhenti berinteraksi dengan dunia.

"Tidak ada satu pun anak di Gaza yang tidak trauma," kata psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, ke BBC Mundo.

"Ada lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah."

Katrin telah melakukan dua misi kemanusiaan ke Gaza pada 2024 dan 2025 bersama Médecins Sans Frontières (MSF), untuk melayani anak-anak yang kehilangan kemampuan berbicara akibat konflik.

Katrin tak mengetahui dengan pasti berapa banyak anak di Gaza yang berhenti berkomunikasi. Namun, Katrin mengaku menemukan puluhan kasus serupa di Gaza.

Dokter-dokter setempat mengatakan kepada jaringan Al Jazeera bahwa kasus seperti itu "jumlahnya terus meningkat."

Enam bulan pengumuman gencatan senjata di Gaza terlewati. Namun, kekerasan masih berlanjut dan "serangan-serangan Israel terus berlanjut secara rutin," kata Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, April silam.

Sedikitnya 846 orang, yang mencakup perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza dalam rentetan serangan Israel sejak gencatan itu, menurut kementerian kesehatan setempat.

Israel, yang mengklaim melakukan serangan untuk membela pasukannya dan menghadapi ancaman dari milisi Hamas, menyatakan lima dari tentaranya tewas dalam periode itu.

Hamas dan Israel saling menuduh satu sama lain melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Sejak Oktober 2023, pasukan Israel dilaporkan telah membunuh lebih dari 20.000 anak di Gaza dan menyebabkan lebih dari 41.000 terluka, menurut UNICEF.

Secara total, serangan-serangan Israel menewaskan lebih dari 72.000 orang yang mayoritas warga sipil, dan melukai lebih dari 172.000, menurut kementerian kesehatan Gaza.

BBC Mundo mewawancarai Katrin Glatz Brubakk tentang trauma yang menyebabkan anak-anak Gaza kehilangan kemampuan berbicara.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved