Senin, 1 Juni 2026

Kisah seorang apoteker yang tidak sengaja menciptakan korek api modern

Pada 1826, apoteker Inggris bernama John Walker secara tidak sengaja menemukan korek api gesek pertama dengan menggesekkan campuran…

Tayang:
BBC Indonesia
Kisah seorang apoteker yang tidak sengaja menciptakan korek api modern 

"Dia menyadari potensi komersialnya. Ini terjadi sekitar tahun 1826. Kami tidak tahu tanggal pastinya, tetapi penjualan pertama terjadi pada April 1827.

"Dia menyebutnya korek gesek dan awalnya dijual dalam jumlah ratusan dalam sebuah kaleng."

"Friction Lights" buatan Walker berupa batang kayu pipih yang sangat tipis. Setiap ujung batang dicelupkan ke dalam pasta kalium klorat, sulfida antimon, getah arab, dan air.

Ketika dijepit dengan kertas amplas yang dilipat, korek itu akan menyala.

Apakah Walker juga memproduksi massal korek api modern?

Walker merahasiakan formulanya tetapi tidak pernah mematenkannya. Produknya terjangkau dan ia mampu memenuhi permintaan di Stockton.

Namun, menurut Pharmaceutical Journal: "Korek Walker tidak sempurna. Lapisan belerang yang terbakar terkadang terlepas dari batangnya, dengan risiko merusak lantai atau pakaian pengguna."

Pada 1829, Samuel Jones dari London meluncurkan "Lucifers", dengan menjiplak Friction Lights buatan Walker.

Lucifers justru yang menjadi korek api pertama yang diproduksi secara massal.

Tak lama kemudian, pihak lain mulai menyempurnakan formulanya, menurut Derek Judd, ketua British Matchbox Label and Bookmatch Society (BML&BS).

Ukuran dan bentuk wadah kaleng juga mengalami perubahan.

Baru pada 1844, korek api moden menjadi populer berkat produksi Swedia.

"Itu adalah kotak korek pertama yang benar-benar dipatenkan," kata Judd.

Bagaimana Walker dikenang?

Di banyak daerah, pembuatan korek menjadi industri rumahan. Korek api diproduksi di rumah, memberikan tambahan penghasilan yang cukup berisiko bagi keluarga.

"Perempuan dan anak-anak di sekitar pabrik membuat kotak dengan sistem borongan [dibayar berdasarkan jumlah produksi, bukan upah tetap]," kata Judd.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved