Mengapa perempuan hidup lebih lama daripada laki-laki?
Di seluruh dunia, perempuan rata-rata hidup lima tahun lebih lama dibandingkan laki-laki. Para ilmuwan menduga hal ini dipengaruhi…
"Tiba-tiba kesenjangan itu menyusut secara drastis," kata Harper.
Namun, menurutnya, kesenjangan berdasarkan jenis kelamin tersebut tidak akan pernah sepenuhnya hilang seiring perubahan kebiasaan, karena "akan selalu ada perbedaan biologis" antara perempuan dan laki-laki.
Estrogen vs testosteron
Salah satu perbedaan tersebut adalah hormon.
"Estrogen melakukan banyak hal untuk melindungi perempuan," kata Prof Consuelo Borrás, fisiolog yang mengkhususkan diri pada masalah penuaan di Universitas Valencia, Spanyol.
Menurutnya, perlindungan itu mencakup pengendalian kadar kolesterol dan pengaturan sistem kekebalan tubuh, hingga pencegahan infeksi saluran kemih serta menjaga kesehatan otak dan tulang.
Salah satu cara hormon ini memberikan banyak manfaat adalah dengan bertindak sebagai antioksidan, yang melawan partikel berbahaya yang disebut radikal bebas—zat yang menumpuk di dalam sel dan berkontribusi pada proses penuaan.
"Banyak penelitian menunjukkan bahwa hilangnya perlindungan estrogen saat menopause akan memengaruhi berbagai fungsi dalam tubuh," jelas Borrás.
"Sebagai contoh, osteoporosis memang merupakan bagian dari proses penuaan, tetapi juga disebabkan oleh berkurangnya estrogen."
Dia menambahkan, ketika terapi penggantian hormon diberikan kepada perempuan yang tepat pada tahap awal menopause, sering kali sejumlah fungsi tersebut dapat kembali membaik.
Di sisi lain, hormon seks utama pada laki-laki adalah testosteron, yang dikaitkan dengan kecenderungan perilaku berisiko lebih tinggi.
Borrás menduga hormon ini juga dapat menimbulkan sejumlah dampak merugikan dalam tubuh, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.
Sebuah studi pada 2012 menemukan bahwa kelompok kasim Korea pada masa lalu—yang telah dikebiri sehingga tidak memproduksi testosteron—hidup 14 hingga 19 tahun lebih lama dibandingkan laki-laki yang tidak dikebiri.
Namun, data tersebut memiliki keterbatasan dan tentu tidak dapat direplikasi karena alasan yang jelas.
Meski demikian, bukti pada sejumlah hewan juga menunjukkan bahwa jantan cenderung hidup lebih lama setelah dikebiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesiac79a1c80-4fa5-11f1-95ec-23912032462e.jpg.jpg)