Kamis, 11 Juni 2026
Deutsche Welle

Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran?

Setelah dua bulan menahan diri, kelompok Houthi kembali menyerang Israel dan mengancam akan memblokade Laut Merah. Para pengamat menilai,…

Tayang:
Deutsche Welle
Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran? 

"Penembakan ke arah Israel lebih ditujukan untuk memperoleh legitimasi internal dan menunjukkan kekuatan kepada pihak luar daripada mencapai tujuan operasional yang jelas," katanya kepada DW.

Namun, dia menilai perlu dibedakan antara serangan langsung ke wilayah Israel dan strategi pencegahan di jalur maritim.

Sekalipun Houthi menghentikan serangan rudal, mereka masih dapat melanjutkan aktivitas di Laut Merah.

"Karena itu, Houthi kemungkinan tetap akan melakukan operasi yang terbatas tetapi efektif, misalnya di Selat Bab al-Mandab. Sementara eskalasi langsung dengan Israel relatif kecil kemungkinannya karena keterbatasan kapasitas," kata Leonhardt.

Dalam menjalankan aktivitas tersebut, Houthi masih bergantung pada dukungan Teheran.

Menurut Leonhardt, Iran membantu kelompok itu sebagai bagian dari apa yang disebut "Poros Perlawanan", melalui pasokan senjata, pelatihan, dan dukungan strategis. Namun Houthi tetap mempertahankan tingkat kemandirian operasional tertentu.

Seberapa besar ketergantungan Houthi terhadap Iran masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat.

Kekuatan militer yang masih diperhitungkan

Meski mengalami kerugian besar dalam beberapa tahun terakhir, Houthi tetap merupakan kekuatan militer yang patut diperhitungkan. Penilaian itu disampaikan International Crisis Group (ICG) dalam analisis terbarunya.

Menurut ICG, kelompok tersebut "jauh dari kondisi kehabisan tenaga". Berbagai aksinya tidak hanya bertujuan mendukung Iran, tetapi juga mengamankan masa depan politik sendiri.

ICG juga menilai serangan terhadap Israel sebagian didorong oleh pertimbangan politik domestik.

Sejak perang Gaza dimulai, Houthi semakin menampilkan diri sebagai bagian dari aliansi regional yang menentang Israel dan Amerika Serikat. Langkah itu membantu meningkatkan popularitas gerakan sekaligus memperkuat klaim sebagai aktor penting di kawasan.

Pada saat yang sama, konfrontasi dengan musuh eksternal juga dapat mengalihkan perhatian dari persoalan ekonomi yang terus membelit Yaman.

Ambisi kekuatan regionald

Meski demikian, kemampuan Houthi memiliki batas.

Menurut ICG, konflik berkepanjangan berpotensi menguras persediaan rudal, drone dan amunisi. Selain itu, belum jelas sejauh mana Iran dapat terus memasok kebutuhan sekutunya apabila negara itu sendiri menghadapi tekanan militer yang lebih besar.

Kendati demikian, Leonhardt menilai aksi lanjutan dari Houthi masih mungkin terjadi.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved